Thursday, 20 September 2018

Menunggu Dipinang

Rabu, 11 Juli 2018 — 6:26 WIB
nunggu panjat pinang

BAGI seorang wanita, gadis atau janda menungu pinangan dari seorang lelaki pujaan adalah sesuatu yang sangat diharapkan.  Wanita memang beda dengan lelaki. Bagi wanita, akan menjadi momok ketika umur terus bertambah, tapi belum juga ada yang meminang?

“Memang Bapak belum ada yang meminang?” seorang sahabat Bang Jalil, bertanya.

Bang Jalil acuh tak acuh. Lamaran atau pinangan apa, sih? Gue udah tua, peot kayak gini emang masih ada yang mau? Lagian, lelaki seharusnya meminang, bukan dipinang?

“Ah, Bapak ketinggalan kereta. Maksud saya, dipinang sebagai calon presiden atau wakil presiden di Pilpres mendatang. Atau Bapak pura-pura nggak tahu?” kata sahabatnya.

Hemm, mau dikata apalagi. Bang Jalil cuma bisa tersenyum kecut. Jangankan urusan jadi calon presiden, untuk calon RT/RW saja sudah nggak dilirik?

“Bapak jangan suka merendah kayak gitu. Banyak orang tua-tua sekarang ini pada mau maju ke panggung pilpres, kok? Bapak juga harus semangat, jangan mau kalah!” ujar sang istri ikutan nimbrung.

Iya juga sih. Buktinya tuh, Perdana Menteri Malaysia, tertua di dunia? Ini kan sebagai penyemangat bagi politikus gaek lainnya. Faktor umur nggak masalah, yang penting masih energik, punya pemikiran yang brilian. Lebih dari itu, tentu saja masih ada yang mendukung. Oke?

“Iya, ya Pak. Biar semangatnya kayak banteng, kalau nggak ada pendukung, percuma ,ya Pak? Eh, gimana kalau Ibu ada yang minang, Pak?” kata sang isrri.

“Udah ibu nggak usah ikut gaduh, urus saja itu dapur,” kata Bang Jalil.

“ Oke, kalau begitu. Jangan lupa, uang belanja naik. Soalnya Pertamax naik,Pak!” kata sang istri.

Apa urusannya? Bang Jalil bingung. Lebih bingung dari ketika ditawari nyapres?   -massoes