Friday, 16 November 2018

Nilai Rupiah Melemah pada Dolar AS, Akibatnya Harga Telur Melambung

Rabu, 11 Juli 2018 — 6:49 WIB
Pedagang telor di Pasar Grogol, Jakbar. (Rachmi)

Pedagang telor di Pasar Grogol, Jakbar. (Rachmi)

JAKARTA – Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika, dengan berdampak melonjakkan harga telur. Kenaikan harga ini dikarenakan harga pakan ternaknya juga mengalami kenaik sehingga mau tidak mau harga telur ikut naik juga.

Menurut Pengamat Ekonomi Mikro Ikhsan Ingratubun melonjaknya harga telur sejak sepekan lalu sedikit banyak karena terpengaruh oleh melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika.

“Tingginya nilai dolar menyebabkan kenaikan harga pakan ternak yang sebagian diperoleh peternak dari impor. Makanya mau tidak mau harga telur naik, sebab komponen makanan ternak ini ada yang diperoleh dari Impor,” kata Ikhsan, Selasa (10/7)

Menurutnya, seharusnya fakta ini bisa menjadi bahan evaluasi oleh pemerintah untuk menggenjot produksi pakan ternak dalam negeri sehingga tidak tergantung kepada impor. Solusi untuk mencegah kenaikan ini salah satunya UMKM Indonesia bekerjasama dengan pemerintah memproduksi pakan ternak yang tidak menggunakan bahan impor.

“Dengan kenaikan harga telur ayam ini tentu membuat masyarakat resah, baik pembeli maupun penjual. Terlebih, mereka tidak melihat akan adanya tanda-tanda penurunan harga dalam waktu dekat ini,”tambahnya.

Muryanti, 62, salah seorang pedagang menyatakan, sejak sepekan terakhir harga telur terus melonjak, hingga kini menembus Rp30 ribu per kilogram.

“Sebelumnya Rp22ribu sampai Rp24 ribu per kilogram. Seminggu ini naik bertahap jadi Rp30 ribu per kilogram,” kata salah seorang pedatang telur di Pasar Mampang Prapatan.

Wanita tersebut berharap pemarintah segera mengambil tindakan agar harga telur ini segera turun. Sebab dengan tingginya harga telur ini sangat memberatkan warga masyarakat. (wandi/b)