Monday, 23 July 2018

Paket Sabu Dikirim dari India Lewat Pos Gagal Diedarkan

Rabu, 11 Juli 2018 — 17:26 WIB
Barang bukti sabu

Barang bukti sabu

SEMARANG – Aparat Polresta Surakarta dan Bea Cukai Jateng/ DIY menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dari India . Sabu seberat 316 gram yang dikirim melalui PT Pos Indonesia disita. Polisi juga menangkap dua orang diduga kurir yang mengambil barang terlarang tersebut dari Kantor Pos di Surakarta .

Pengungkapan upaya penyelundupan sabu ini bermula ketika Satnarkoba Polresta Surakarta mendapatkan informasi dari petugas Bea Cukai yang bertugas di Kantor Pos Besar Solo. Saat itu petugas Bea Cukai mencurigai paket dari India yang terbungkus dalam kotak kardus .

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Rabu(11/7) mengatakan , paket itu selanjutnya diperiksa menggunakan mesin X-Ray . Hasilnya diketahui terdapat tujuh paket sabu yang masing-masing dililit lakban.

Paket tersebut kemudian diambil oleh seseorang bernama Coni Wisnu Dimarga alias Kimin alias Jaka Subagya, 21, di Kantor Pos Besar Solo, Kamis (5/7/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Kimin adalah warga Kartasura Sukoharjo .

Polisi yang sudah bersiap segera menangkap Kimin di tempat parkir Kantor Pos. Dari keterangan Kimin, polisi kemudian bergerak menangkap Agus Pujiyanto alias Minthi alias Kismo Pardiyo, 41, di Jalan Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, pada hari yang sama sekitar pukul 10.50 WIB.

Menurut Ribut Hari Wibowo, kedua tersangka hanyalah kurir. Dalam penyidikan diketahui penyelundupan sabu-sabu asal India itu dikendalikan seseorang dari dalam rumah tahanan (rutan) di Jateng .

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, Gatot Sugeng Wibowo menambahkan , awalnya ada paket kiriman dalam bentuk gelondongan dari India menggunakan maskapai penerbangan. Paket tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya, paket itu dikirim ke Kantor Pos Besar Solo.

Polisi akan terus mengembangkan kasus ini karena diduga kuat melibatkan jaringan narkotika internasional .Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) Undang-undang (UU) No. 35/2009 tentang Narkotika. Keduanya diancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda. ( Suatmadji/b ) .