Friday, 19 October 2018

Proses Syuting Film ’11:11′ Diteror Siluman Laut

Rabu, 11 Juli 2018 — 9:53 WIB
Proses syuting film 11:11 Apa yang kau Lihat?' di Pulau Pahawang Keil, Lampung diwarnai kejadian mistis. (ali)

Proses syuting film 11:11 Apa yang kau Lihat?' di Pulau Pahawang Keil, Lampung diwarnai kejadian mistis. (ali)

LAMPUNG – Sebuah pulau kecil terpencil di provinsi Lampung yaitu pulau Pahawang kecil, dimanfaatkan oleh rumah produksi Layar Production dan Cinema Delapan, sebagai setting lokasi syuting film bergenre horor bertitel ‘11:11 Apa Yang Kau Lihat?’.

Membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih untuk mencapai pulau tersebut dengan menggunakan perahu dari dermaga. Artis Twindy Rarasati bersama Rendy Kjarnett, Fauzan Smith dan teman-temannya take dengan adegan mencari tempat istirahat dan menyusuri pulau.

Sempat beberapa kali take diulang, baik karena cuaca yang berubah-ubah maupun kesalahan kecil yang dilakukan pemain. Itu memaksa sang kreator Andy Manopo mengambil adegan berulang-ulang.

Sebagai karya perdana sebagai sutradara, Andy ingin adegan demi adegan dilakukan secara total dan teliti oleh para artis dan kameramen harus mendapatkan gambar yang sangat detil.

Adegan jalan kaki berjarak sekitar 20 meter itu pun membuat Twindy cs terlihat agak kelelahan, karena adegan dilakukan berulang-ulang.

“Ini film pertama aku, horor pula lagi, jadi aku harus siap, termasuk dengan kondisi seperti ini, kita harus menginap di pulau kecil ini. Aksesnya cukup jauh ke dermaga,” ujar Twindy.

Setelah berkali-kali di-take ulang, akhirnya Andy merampungkan adegan itu. Lanjut ke adegan naik perahu. Twindy cs pun harus rela naik perahu boad kecil diombang-ambing ombak.

“Aku memang suka menyelam dan berenang, bahkan aku sudah punya lisensi, jadi yang kayak gini udah biasa. Justru aku yang deg-degan ngeliat Rendy, Fauzan dan lainnya, apalagi kalo pas adegan di dalam air yang mencapai kedalaman antara 5 sampai 30 meter, aku khawatir banget sama mereka,” beber Twindy lagi.

Sehari sebelumnya, siluman laut mulai meneror salah seorang pemain bernama Iin Hermayani. Putri Wisata Lampung tersebut tiba-tiba terjatuh dan kejang-kejang dengan mata melotot dan lidah terjulur. Semua sempat panik dibuatnya.

Sang produser, Alfani Wiryawan mengklaim, pulau Pahawang belum pernah dijadikan tempat syuting. “Kami akan syuting selama lima belas hari disini, sisanya nanti lanjut di Bali dan Jakarta, mudah-mudahan tidak ada lagi yang kerasukan,” harapnya.

Dia mengaku, sangat mengapresiasi kinerja dan motivasi para pemain dan kru untuk produksi film ke empat dari rumah produksi yang dikelolanya, Layar Production.

“Mereka ada yang tidur di tenda-tenda, ada yang di rumah penjaga pulau dan di rumah bibir pantai, abis gimana lagi, akses kita keluar cukup jauh, naik perahu pula lagi,” ungkap Alfani lagi.

Karena film ‘11:11 Apa Yang Kau Lihat?’ bercerita tentang teror hantu laut, maka syutingnya pun mayoritas di kedalaman laut dan pantai. “Meski penuh dengan teror siluman laut, tapi kami ingin menampilkan keindahan bawah laut, jadi tidak semata-mata sekadar menakut-nakuti penonton, tapi juga dikombain dengan pemandangan yang indah. Ini adalah terobosan baru di industri film horor tanah air,” ujarnya.

Siluman laut, pelakon sang peneror yang juga dalam ceritanya sebagai penunggu harta warisan kapal Jepang yang tenggelam, ternyata adalah seorang gadis manis, Iin Hermayani, Putri Wisata Provinsi Lampung. Dia menjadi korban pertama mendapat teror dari siluman laut. Tapi dia mengaku tidak kapok. Dia menegaskan akan terus melakoni perannya itu.

Media sempat terkejut dan ketakutan melihat hasil make-up yang begitu mengerikan. Sayangnya, produser tidak memperbolehkan untuk mengambil foto si siluman laut

“Maaf ya, jangan diambil fotonya untuk kepentingan marketing he he,” ungkapnya tertawa.(ali/mb)