Tuesday, 20 November 2018

Puskemas Nagrak Sisir Warga Korban Keracunan Massal di Sukabumi

Rabu, 11 Juli 2018 — 14:57 WIB
Sejumlah warga Nagrak, Sukabumi bertumbangan  dan dirawat di Puskesmas diduga keracunan makanan. (sule)

Sejumlah warga Nagrak, Sukabumi bertumbangan dan dirawat di Puskesmas diduga keracunan makanan. (sule)

 SUKABUMI – Petugas Puskesmas Nagrak menyisir warga yang diduga  mengalami keracunan di Kampung Cibodas, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (11/7/2018).

Penyisiran itu untuk memastikan tidak ada lagi warga yang mengalami gejala keracunan, seperti mual dan diare seperti yang dialami puluhan warga lainnya.

Sedikitnya, 27 orang terpaksa dilarikan ke Puskesmas dan RSUD Sekarwangi untuk memulihkan kondisi kesehatannya pasca terkapar sejak Minggu (8/7/2018).

Menurut Kepala Puskesmas Nagrak, Ari Firmansyah dari hasil penyisiran bersama perangkat desa tidak ditemukan lagi warga yang mengalami gejala keracunan. Meski demikian, Puskesmas tetap membuka posko di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil pendataannya, sebanyak 19 orang dilarikan ke rumah sakit tapi lima orang sudah dipulangkan. Sementara, ke Puskesmas ada 8 orang, tinggal satu orang yang masih dirawat.

“Kami belum bisa berasumsi bahwa penyebab keracunan dari makanan di sebuah hajatan itu. Kami masih menunggu hasil uji lab,” terang Aria, Rabu (11/7/2018).

Disebutkan Aria, sample makanan yang sudah dibawa di antaranya mi, kentang, dan daging ayam serta sumber air di sekitar lokasi.

“Termasuk apakah ini kejadian luar biasa (KLB) atau bukan, kami masih berkoordinasi dengan Dinkes. Nanti berwenang Dinkes yang mengeluarkannya apakah ini KLB atau bukan?” bebernya.

Diketahui, insiden itu terjadi ketika warga bertumbangan sejak Minggu (8/7/2018) usai menyantap hidangan makanan di sebuah hajatan warga, Sabtu (7/7/2018). (sule/tri)