Wednesday, 22 August 2018

Sandi Minta Warga Pelihara Buaya dan Hewan Berbahaya Agar Melapor

Rabu, 11 Juli 2018 — 21:55 WIB
Sejumlah warga  Ciputat yang berhasil menangkap buaya dari Kali Mati

Sejumlah warga Ciputat yang berhasil menangkap buaya dari Kali Mati

JAKARTA – Masyarakat pemelihara hewan baik yang dilindungi maupun tidak, khususnya hewan berbahaya termasuk buaya agar melapor ke Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Menurutnya, hewan buas akan sangat berbahaya jika dipelihara ditengah pemukiman warga.

“Mohon untuk warga yang memelihara hewan buas koordinasi. Karena kita tahu bahwa hewan buas itu punya potensi untuk menghadirkan kekhawatiran bagi masyarakat,” kata Sandiaga di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Ditegaskan Sandiaga, masyarakat diwajibkan melapor ke Suku Dinas KPKP atau BKSDA jika memelihara hewan buas. Hal itu agar mudah dilakukan pemantauan dan menghindari adanya hal yang tidak diinginkan.

“Karena buaya itu jenis satwa yang membahayakan dan itu ada yang dilindungi dan tidak dilindungi. Jadi juga demikian dengan ular atau kalau ada yang memelihara singa, macan dan sebagainya,” tegas Sandiaga.

Seperti diketahui, belakangan warga Jakarta dihebohkan dengan munculnya beberapa ekor buaya di Kali Grogol, Jalan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Seekor buaya juga menampakkan diri di perairan Pondok Dayung, Jakarta Utara.

Pada Senin, (9/7/2018) petugas Suku Dinas Penanggulangan dan Penyelamatan Jakarta Timur juga telah mengevakuasi seekor buaya dengan panjang hampir 4,5 meter milik warga Perum Griya Loka Residence , Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. (Yendhi/b)