Tuesday, 14 August 2018

Sandi Ternyata Ngebet Ingin Bertemu Ahok

Rabu, 11 Juli 2018 — 20:47 WIB
Ahok dan Sandi berjalan akrab saat acara Deklarasi Damai Pilkada DKi di Monas (toga)

Ahok dan Sandi berjalan akrab saat acara Deklarasi Damai Pilkada DKi di Monas (toga)

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno enggan mengomentari proses hukum yang sedang dijalani Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dikabarkan awal 2019 akan bebas jika mendapatkan beberapa remisi atau pemotongan masa tahanan.

“No comment kalo proses hukum,” kata Sandiaga di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Kendati demikian, Sandiaga mengaku sangat kepingin bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk membicarakan banyak hal.

Beberapa kali Sandiaga berniat mengunjungi Ahok di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Namun, berdalih tidak mendapat ijin dari keluarga Ahok maka hingga hari ini niatnya belum bisa dilaksanakan.

“Tapi kalau beliau sudah bisa dihubungi, saya mau bicara banyak. Iya rencananya mau kunjungi, tapi gak boleh sama keluarga” ucap Sandiaga.

Meski telah meminta ijin dan dimentahkan, namun Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra itu tetap berpesan kepada keluarga Ahok agar memberitahunya jika pesaingnya dalam Pilgub DKI 2017 tersebut mengijinkan bertemu.

“Udah sempet sampein terus saya bilang kalau nanti beliau berkenan, tolong sampaikan ke saya. Saya mau banyak ngomong sama beliau mau minta advice, kebijakan-kebijakan sebelumnya, filosofi pemikirannya,” ujar Sandiaga.

Ketika mendapat pertanyaan awak media apakah ingin menjadikan Ahok sebagai Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Sandiaga pun merasa tertarik. “Cocok juga tuh,” jawabnya sembari tertawa.

Ahok dinyatakan bersalah oleh majelis hakim karena telah menistakan agama Islam dan divonis hukuman dua tahun penjara pada 9 Mei 2017. Banyak yang berspikulasi bahwa Ahok akan bebas lebih cepat karena mendapatkan beberapa remisi tahanan.

Remisi pertama Ahok adalah Natal 2017 lalu dan diperkirakan akan bebas pada 24 April 2019. Kemudian, pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018 karena memenuhi syarat telah menjalani masa tahanan 12 bulan maka bisa mendapat remisi 2 bulan atau 60 hari. Sehingga dari 24 April menjadi 23 Februari 2019.

Remisi lain yang bisa didapat Ahok adalah pada Hari Natal 2018, jika memenuhi syarat dia kan mendapat remisi satu bulan. Dengan begitu, Ahok Akan bebas pada awal 2019 atau bahkan akhir 2018. (Yendhi/b)