Friday, 21 September 2018

Setelah Banjir, Jepang Bersiap Hadapi Serangan Panas dan Badai Petir

Rabu, 11 Juli 2018 — 11:06 WIB
Penampakan daerah di Jepang pasca diterjang banjir dan tanah longsor yang menewaskan 161 orang. (reuters)

Penampakan daerah di Jepang pasca diterjang banjir dan tanah longsor yang menewaskan 161 orang. (reuters)

JEPANG – Perdana Menteri Shinzo Abe dijadwalkan mengunjungi  mengunjungi prefektur Okayama, salah satu daerah yang terdampak banjir paling parah, hari ini Rabu (11/7/2018).

Seperti diketahui, hujan deras dan tanah longsor di Jepang bagian barat pekan lalu. Dilaporkan televisi nasional Jepang NHK, setidaknya 161 orang tewas dan 57 hilang, dalam bencana cuaca terburuk di Jepang sejak 1982 itu.

Abe, yang membatalkan perjalanan ke luar negeri untuk menangani bencana itu, sempat dikritik setelah sebuah foto beredar di Twitter yang menunjukkan dia dan menteri pertahanannya tengah berada di sebuah pesta dengan anggota parlemen, tepat ketika hujan turun semakin deras.

Pasa Selasa (10/7/2018) pemerintah sempat menyebutkan akan menggelontorkan dana empat miliar dolar AS untuk penanganan bencana, dan akan menyiapkan anggaran khusus jika diperlukan.

Setelah diterjang banjir dan longsor, saat ini penyelamat dan korban selamat berjuang dengan suhu udara panas (sekitar 33 derajar celcius). Perhatian pun beralih dan memfokuskan diri untuk mencegah serangan panas di antara para pekerja penyelamat dan di pusat-pusat evakuasi di mana ribuan orang mencari perlindungan.

Diperkirakan, badai petir akan menerjang Jepang hari ini. Pihak berwenang juga memperingatkan warga akan bahaya longsor susulan yang bisa terjadi kapan saja di lereng gunung yang dipenuhi air. (mb)