Sunday, 18 November 2018

Sinar Laser Bahayakan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

Rabu, 11 Juli 2018 — 23:59 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

TANGERANG -Sinar laser, layang-layang dan drone merupakan ancaman yang membahayakan bagi dunia penerbangan.

“Potensi paling bahaya itu penggunaan laser oleh masyarakat di sekitar Bandara Soetta,” ujar manajer AirNav Indonesia, Johanes Sirait dalam diskusi Coffee Morning yang digelar di Hotel Golden Tulip, Jalan Sudirman, Kota Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, sinar laser dapat mengganggu jarak pandang pilot ketika hendak landing. “Selain itu masih ada juga warga yang bermain layang – layang dan drone di sekitar bandara. Ini sangat menganggu sistem navigasi,” ucapnya.

Bahaya lainnya dikatakan adalah balon udara.”Namun kami terus melakukan kampanye keselamatan penerbangan, kini kesadaran masyarakat menerbangkan balon udara semakin berkurang,” katanya. Untuk permainan layang-layang, drone dan balon udara masih dibolehkan, asalkan dibatasi tingginya tidak mencapai area penerbangan.

Kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan, lanjutnya, terus dilakukan di area sekitar Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Apalagi dikatakan, Bandara Soetta merupakan Bandara terpadat penerbangannya di Asia Tenggara. “Saat ini ada 81 pesawat take off dan landing setiap jam,” katanya lagi.

Bahkan nantinya, ketika runway Terminal tiga operasional, jumlah itu bisa di atas 100 take off dan landing.Oleh karena itu pihak AirNav concern terhadap sistem navigasi penerbangan. Terutama dari arus lalu lintas udara yang dapat membahayakan. Johanes menjelaskan, jajarannya terus melakukan sinergi dengan Pemda setempat guna mengatasi masalah ini.

Baik itu Pemerintahan Kota Tangerang dan Pemerintahan Kabupaten Tangerang.”Kami ini kan hanya sebatas operator. Jadi tidak bisa merazia masyarakat yang bermain laser, layangan, dan drone. Tapi terus dilakukan sosialisasi serta pencegahan,” paparnya. Hadir juga dalam diskusi itu Neneng Sumiati, manager baggage&ULD service PT. JAS. (Awang/b)