Thursday, 16 August 2018

Soal Cawapres, Prabowo Dibuat Pusing oleh PKS dan PAN

Rabu, 11 Juli 2018 — 23:43 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan.(Timyadi)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan.(Timyadi)

JAKARTA – Prabowo Subianto yang sudah diplot Partai Gerindra sebagai capres pada Pilpres 2019 dipastikan pusing. Pasalnya, partai koalisinya yakni PKS dan PAN ngotot mengajukan cawapres untuk mendampingi Prabowo.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad memahami sikap PKS yang bersikukuh agar kadernya mendapat posisi sebagai pendamping Prabowo dalam Pilpres 2019.

“Kami memahami sikap PKS. Apalagi selama ini Gerindra – PKS sudah lama bekerjasama, termasuk saat pilkada serentak 2018,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (11/7).

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) itu mengatakan, Gerindra segera duduk bersama dengan PKS dan PAN untuk membicarakan opsi-opsi cawapres pendamping Prabowo tersebut.

Selain sembilan nama, dari PKS muncul lagi nama Gubernur Anies Baswedan sebagai capres atau cawapres. Hanya saja, kata Dasco, bila Anies ingin menjadi capres tidak bisa. Sebab, pada Rakornas Gerindra sudah memutuskan Prabowo sebagai capres untuk Pilpres 2019.

PAN NGOTOT

Sementara itu, PAN juga ‘ngotot’ menyodorkan nama Ketum PAN Zulkifli Hasan, Amien Rais, Hatta Rajasa, dan Soetrisno Bachir sebagai cawapres Prabowo. “Jadi, dalam waktu dekat masalah cawapres itu akan dibicarakan,” ungkap Dasco.

Sebelumnya anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring mengancam akan memilih pecah kongsi dengan Gerindra, jika kadernya tidak ada yang dipilih menjadi cawapres Prabowo.

“Itu enggak bisa ditawar bahwa cawapres harus dari PKS. Kami enggak mau menjadi penggembira dalam Pilpres 2019. Kalau kami disuruh dukung-dukung saja, mungkin enggak? Mungkin kami lebih baik jalan masing-masing saja,” tegas Tifatul.

Seperti diketahui, PKS telah menawarkan sembilan nama cawapres yang ditawarkan, yakni mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al’Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (rizal/bi/st)