Monday, 24 September 2018

Dahulu Nelayan Butuh Waktu Berbulan-bulan, Kini Hanya Tiga Hari

Kamis, 12 Juli 2018 — 23:11 WIB
Kepala Dinas PM PTSP DKI, Edy Junaedi, bersama Wakil Walikota Jakarta Utara, menyerahkan surat izin perikanan tangkap kepada nelayan. (deny)

Kepala Dinas PM PTSP DKI, Edy Junaedi, bersama Wakil Walikota Jakarta Utara, menyerahkan surat izin perikanan tangkap kepada nelayan. (deny)

JAKARTA – Aplikasi perizinan perikanan tangkap, e-Penlok, resmi diluncurkan Sudin Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) Jakarta Utara, Kamis (12/7/2018). Nelayan pun, tak perlu lagi berbulan-bulan untuk melakukan pengurusan.

“Butuh waktu 3 – 4 bulan, bahkan 6 bulan untuk ngurus izin. Tapi dengan adanya aplikasi ini cukup dengan waktu 3 hari, sudah jadi,” ucap Ooh, nelayan pemilik kapal. Lamanya waktu pengurusan izin, juga membuat banyak nelayan sebelumnya enggan melakukan.

Kepala Dinas PM PTSP DKI, Edy Junaedi, dengan didampingi Kepala PM PTSP Jakarta Utara, Lamhot Tambunan, mengatakan aplikasi yang dikembangkan PM PTSP Jakarta Utara merupakan pilot project perubahan. Selama ini proses perizinan perikanan tangkap terkendala birokrasi antar instansi.

“Kalau secara manual, proses birokrasi peninjauan lapangan menentukan jadwal dan lain-lain bisa sampai 3 bulan. Dengan aplikasi ini dipangkas menjadi tiga hari,” ucapnya. Ia apresiasi, karena selain merupakan inovasi keberadaan aplikasi tersebut bermanfaat.

Wakil Walikota Jakarta Utara, Junaedi mengatakan, sebelum ada aplikasi pihaknya kerap mendapat laporan keterlambatan pengurusan perizinan. “Mudah-mudahan dengan hadirnya aplikasi ini, khususnya nelayan di Jakarta Utara tidak ada keluhan lagi,” paparnya. (deny/b)