Friday, 21 September 2018

Ibu-Ibu PKK Pancoran Mas Ikuti Pelatihan Kerajinan Daur Ulang Limbah Kertas

Kamis, 12 Juli 2018 — 14:51 WIB
ibu-ibu  PKK Kec Pancoran Mas mengikuti  pelatihan kreatif mendaur ulang karya dengan bahan koran (Angga)

ibu-ibu PKK Kec Pancoran Mas mengikuti pelatihan kreatif mendaur ulang karya dengan bahan koran (Angga)

DEPOK –   Ibu-ibu anggota PKK Kecamatan Pancoran Mas, antusias mengikuti pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Karya Daur Ulang menggunakan bahan kertas yang diberikan salah satu ritel terbesar di Indonesia, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Kamis (12/7/2018).

Tri Sugiarti (42),  salah satu peserta pelatihan kreatif, mengatakan dalam pelatihan kreatif seperti menyulam benda-benda dari bahan limbah daur ulang kertas ini dilakukan para ibu-ibu PKK bertujuan agar bisa menghasilkan uang.

“Dengan menggunakan  bahan daur ulang menggunakan kertas bisa menghasilkan beberapa karya dan produk bisa juga untuk dipasarkan. Menciptakan kemandirian dalam usaha rumah tangga seperti home industri,” ujarnya kepada Pos Kota usai acara di Aula Kantor Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok.

Ibu empat anak ini menambahkan melalui kerajinan tangan menggunakan berbagai limbah,  dirinya sudah bisa menghasilkan hasil karya sebanyak 50 macam produk rata-rata peralatan rumah tangga.

“Paling tidak setelah diberikan pelatihan ini para ibu-ibu PKK di Kecamatan Pancoran Mas bisa lebih mandiri dengan bekerja sambil di rumah dan dipasarkan melalui online,” tuturnya, yang pernah mengikuti pelatihan  “Mengubah Limbah Menjadi Kreasi Indah” dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara itu, Branch Manager Alfamart Parung, Dany Febrianto mengatakan bahwa selain menanamkan rasa peduli akan lingkungan hidup, kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mampu menambah dan mengasah keterampilan masyarakat khususnya ibu-ibu sehingga dapat menjadi sumber penghasilan secara mandiri.

“Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Perempuan yang bertujuan memberikan tambahan keterampilan. Jika ditekuni dengan serius, keterampilan tersebut dapat dijadikan tambahan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan  keluarga,” katanya. (Angga/tri)