Monday, 19 November 2018

Jakarta Kekurangan Lahan Makam, Warga Gunakan Sistem Tumpang

Kamis, 12 Juli 2018 — 16:27 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno (yendhi)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno (yendhi)

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan berkurangnya lahan makam di Jakarta membuat warga Ibu Kota menggunakan sistem tumpang ketika akan menguburkan jenazah kerabatnya.

Kendati demikian, Sandiaga menyebut untuk saat ini sampai beberapa tahun ke depan stok lahan makam di Jakarta masih terbilang cukup. Kekurangan lahan makam terjadi lantaran warga menguburkan jenazah kerabatnya di beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang bisa dibilang favorit atau strategis seperti di TPU Karet Bivak.

“Jadi pada supply keadaan pasokan sekarang kita bisa menyediakan makam untuk sampai ke beberapa tahun ke depan. Tapi kalau tidak ada penambahan lahan tentunya banyak sekali masyarakat yang sekarang mulai melakukan sistem tumpang,” kata Sandiaga di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Sistem pemakaman tumpang adalah mengubur jenazah kerabat di atas jenazah keluarga yang lebih dulu dimakamkan atau di atas makam orang lain yang tidak lagi diurus pihak keluarga.

Pemprov DKI, lanjut Sandiaga, mengupayakan terus menambah laham makam. Bahkan, dia menargetkan untuk pengadaan laham makam bisa masuk dalam anggaran belanja DKI tahun depan.

“Jadi kita sampaikan kepada masyarakat untuk tidak khawatir, kita akan pastikan sediakan lahan yang sebetulnya cukup di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Memang pada tempat-tempat favorit seperti Karet Bivak itu sudah habis lahannya dan kita tidak mungkin lagi untuk menambah, jadi banyak masyarakat yang melakukan sistem tumpang,” tandas Sandiaga. (yendhi/yp)