Monday, 16 July 2018

Jika Pil Terlalu Jantan Suami Diajak Berkelahi

Kamis, 12 Juli 2018 — 8:02 WIB
lebih nyaman

IDA  30, sampai berpaling dari suaminya, Endro, 35, karena cengkiling (gampang main pukul). Dia pun rajin curhat sama Arief Uyuhono, 38. Akibatnya Ida sering dianiaya suami. Saking jengkelnya Arief Uyuhono,  Endro dilabrak dan ditantang berkelahi. Teryata Endro malah kabur, takut pada PIL istri yang jantan.

Makanya cari bini tak usah terlalu cantik, nanti bawaannya jadi cemburu melulu. Jika suami emosian, salah-salah istri sering jadi sansak, dibuat latihan bertinju. Padahal istri kan bukan barang mati, yang bisa disimpan di rumah dan dibungkus plastik. Dia perlu bersosialisasi dengan lingkungannya. Sebab manusia itu makhluk sosial, tak mungkin soliter, hidup sendirian.

Ida Nuryanti, warga Tambaksari Surabaya, sungguh menyesal mau menikah dengan Endro. Namanya saja Endro, tapi dia tak bisa melucu seperti Indro-Kasino. Malah bawaannya sama sekali tak romantis. Bila tersinggung sedikit, tangannya yang maju, pleg. Tentu saja Ida tersiksa. Bila iklan minuman bilang tiada hari tanpa teh botol, dia malah tiada hari tanpa kamplengan.

Endro memang lelaki pemarah, emosian. Tak boleh ada kata-kata sengak didengar. Jika Ida salah sedikit saja pasti kena kaplok, persis Heiho di jaman Jepang. Ida pernah sambat, “Jangan begitu Mas, kan sakit!” Tapi Endro tak ada rasa belas kasihannya. Malah dia menjawab, “Minta tambah lagi?” Memangnya minum obat

Awal persoalan karena Ida tak mau berhenti kerja seperti saran suami. Tapi gaji suami berapa? Tak mungkinlah istrinya hanya mamah karo mlumah di rumah, harus ikut kerja pula. Tapi sejak sering kena kampleng suami, dia jadi sering curhat pada Arief Uyuhono teman sekantornya. Dia sangat menghibur dan selalu memotivasi agar bertahan jadi istri yang baik.

Seringnya curhat berdua-dua, lama-lama keduanya akrab sekali, bahkan tak ada jarak lagi. Soalnya ketika Ida mau dibawa di hotel, koalisi antara dua wudel itupun terjadi. Dan ternyata bini Endro ini juga tak merasa menyesal telah membangun koalisi kenikmatan bersama teman sekantornya.

Lama-lama keakraban Arief Uyuhono – Ida tercium juga oleh Endro. Sejak itu pengawasan terhadap istri semakin diperketat. Berangkat dan pulang kerja harus Endro sendiri yang antar jemput. Dan ketika hubungan Arief – Ida semakin tanpa jarak, makin sering Ida dihajar suami.

Melihat WIL-nya begitu menderita, bangkit juga emosi Arief Uyuhono. Bila selama ini kejantanannya hanya dipamerkan untuk Ida di kamar, kini dia ditunjukkan di depan publik. Dia benar-benar melabrak Endro ke rumahnya, dan diajak duel satu lawan satu.”Jangan beraninya hanya sama perempuan, ayo lawan aku. Tak ladeni sagendhingmu (saya ladeni semampumu),.” Tantang Arief Uyuhono jantan sekali.

Melihat adegan itu Ida tentu saja jadi panik. Tapi untung Endro ini badannya kurus kerempeng, melihat Arief Uyuhono yang atletis seperti anggota TNI, ngeper duluan dan kabur. Amanlah, tidak sampai terjadi baku hantam di rumahnya.

Tapi sejak itu rumahtangga Endro-Ida semakin memburuk, dan ujung-ujungnya diselesaikan di Pengadilan Agama, Surabaya. Ida tenang saja, sebab Arief Uyuhono juga siap menikahi, meski akhirnya menjadi korban poligami.

Wah, Arief Uyuhono bakal “nguyuh enak” ke sana kemari. (JPNN/Gunarso TS)