Saturday, 22 September 2018

Pernah Jualan Ikan Basah Kini Tokoh Disegani

Kamis, 12 Juli 2018 — 6:12 WIB
Dahnil Simanjuntak, Ketua Pemuda Muhammadiyah

Dahnil Simanjuntak, Ketua Pemuda Muhammadiyah

DALAM usianya yang relatif muda, Dahnil Anzar Simanjuntak yang akrab dipanggil Anin, kini terbilang sukses. Ia menjadi tokoh inspirasi, khususnya bagi kaum muda. Kesuksesan yang diraihnya dirintis dari nol, bahkan ia pernah menjadi tukang pakir dan pedagang ikan. Menjunjung tinggi kejujuran, itulah rahasia kesuksesan Daniel.

Ia kini bersama rekannya mendirikan Madrasah Antikorupsi,h lembaga pendidikan yang senantiasa menjunjung kejujuran, dan anti korupsi. Kesuksesan Anin selain menjadi pengusaha juga membuka restoran di sejumlah tempat.

Selain itu dia juga menjadi dosen Tetap di Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa Banten.

Di tengah kesibukannya tersebut, Anin juga memimpin organisasi, yakni ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

“Saya mengalami kesulitan hidup sejak kecil, saya dan adik-adik terpaksa mengungsi dari Aceh dibawa kedua orangtua kami, karena konflik bersenjata di sana,” kata lelaki 36 tahun ini membuka pembicaraan saat ditemui baru-baru ini.

Perjalanan hidupnya yang berpindah-pindah bersama orangtuanya, sampailah pada akhirnya, Anin tinggal sendiri di Tangerang, hanya ingin bisa melanjutkan sekolahnya.

“Di Tangerang, saya masih belajar di SMA saat itu. Untuk bisa bertahan hidup dan bisa bersekolah, saya sempat menjadi tukang parkir dan penjual ikan basah di Pasar Ciledug,” cerita Dahnil yang sejak sekolah sudah aktif di organisasi otonom Muhammadiyah, yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

JUJUR

Kemudian, Anin melanjutkan kuliah Strata Satu (S1), dan pekerjaannya sebagai tukang parkir, dia tinggalkan dan beralih ke usaha lainnya dengan membuka toko obat, kemudian saya membuka warung makan.

“Jadi sejak sekolah sampai kuliah sudah terbiasa berbisnis, atau berdagang, termasuk juga berorganisasi sambil berdakwah dalam waktu yang bersamaan,” ucap Dahnil.
Saat ditanya kunci sukses dalam hidupnya? Dahnil yang juga Pendiri Madrasah Antikorupsi ini, pada prinsipnya hidupnya yang mengutamakan kejujuran.

Kejujuran dalam hidupnya selalu menjadi inspirasi. “Integritas dan produktivitas adalah dua kata kunci utama yang selalu saya pegang. Menghadirkan kejujuran dan produktivitas tinggi adalah utama, ‘ jelas Dahnil.

Selain itu, kata dia, ada pada visi hidup yang terus berkontribusi, atau dalam bahasa agama, Khorunnas anfauhum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermamfaat bagi sesama.

Sebab itu, di organisasi yang dipimpinnya, Pemuda Muhammadiyah, Dahnil membuka warung makan gratis bagi kaum dhuafa setelah Salat Jumat.

“Warung makan gratis ini terkadang digelar di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, atau di daerah. Pada prinsipnya kami ingin berbagi kepada mereka yang tidak mampu,” papar Dahnil. (Johara/bi)