Tuesday, 20 November 2018

Sandi : Salim Segaf Layak Dipertimbangkan Jadi Cawapres Prabowo

Kamis, 12 Juli 2018 — 8:37 WIB
Salim Segaf Al Jufri.(dok)

Salim Segaf Al Jufri.(dok)

JAKARTA –  Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri  namanya  masuk  dari sembilan orang yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk dicalonkan sebagai capres atau cawapres.

Belakangan, nama Salim Segaf juga disebut paling cocok untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Pasangan Prabowo-Salim dinilai paling pas untuk melawan petahana, Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 mendatang.

Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno pun turut memuji sosok Salim Segaf.

Salim sendiri pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Budaya (Sosbud) pada 2009 dan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman pada 2005.

“Pak Habib Salim menteri di jaman pak SBY menteri sosial, beliau ketua majelis syuro sangat dihormati, sangat bijaksana. Punya pengalaman pernah jadi Dubes Indonesia,” kata Sandiaga di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Berdasarkan track recordnya, Sandiaga menilai Salim Segaf patut dipertimbangkan oleh mitra koalisi.

“Waktu kemarin sudah beredar Prabowo-Habib Salim Segaf saya bilang juga jadi pertimbangan konsideran,” kata Sandiaga.

Gerindra pun masih tetap akan mengusung isu permasalah ekonomi dalam Pilpres mendatang. Melemahnya nilai rupiah dalam dolar dikatakan Sandiaga menjadi hal penting agar tidak menjadi beban masyarakat.

Dia yakin, pasangan calon yang mampu memberikan solusi terhadap masalah ekonomi akan dipilih oleh rakyat Indonesia.

“Saya akan memberi masukan soal ekonomi. Isunya ini ekonomi kok, jadi pemilih 2019 referendum tentang ekonomi dan referendum ini harus dibicarakan dengan satu kebijakan yang betul-betul menjawab tuntutan masyarakat,” tandas dia.

Gerindra bersama partai koalisi hingga kini belum menentukan calon wakil presiden. Gerindra sendiri tetap akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden. Untuk itu, pembahasan bersama partai koalisi hanya akan membahas capres pendamping Prabowo.

Beberapa nama pun muncul seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Chairul Tanjung (CT).

Sementara PKS telah mengusung 9 nama yakni Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS saat ini Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, Muzzamil Yusuf, dan Mardani Ali Sera. (Yendhi/tri)