Monday, 23 July 2018

Siswa Tidak Diterima di SMP Negeri, Pemkot Tangsel Beri Kesempatan 14 Juli Mendaftar

Kamis, 12 Juli 2018 — 19:49 WIB
Sejumlah orang tua murid di Kota Tangsel saat mendengarkan pengumuman siswa yang diterima di SMPN.  (anton)

Sejumlah orang tua murid di Kota Tangsel saat mendengarkan pengumuman siswa yang diterima di SMPN. (anton)

TANGERANG – Orang tua murid di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang anaknya belum diterima di sekolah negeri lewat pendafataran peserta didik baru (PPDB) melalui jalur online masih terbuka kesempatan untuk kembali mendaftarkan 14 Juli 2018.

“Masih ada kesempatan bagi orang tua murid yang ingin memasukan anaknya ke SMPN tentunya jumlah juga terbatas,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tangsel, Taryono, Kamis (12/7).

Jumlahnya sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Siswa yang lulus harus mendaftar ulang tanggal 12 dan 13 Juli 2018 .

Sedangkan 14 Juli 2018 mendatang atau hari Sabtu pihaknya membuka kesempatan bagi orang tua mendaftarkan anaknya melalui on line untuk mengisi bangku kosong. “Pendaftaran maupun pengumuman penerimaan untuk bangku atau kursi kosong dilakukan satu hari itu juga yaitu tanggal 14 Juli 2018,” tuturnya . Ini untuk mengejar waktu 16 Juli 2018 mendatang siswa sudah masuk sekolah.

Dari data jumlah lulusan sekolah dasar di Kota Tangsel mencapai 24.000 anak dan kuota masuk SMPN hanya sekitar 6.500 anak dari jumlah sekitar 11 ribu anak yang mencoba mendaftar di SMPN sedang yang telah mendaftar di sekolah swasta mencapai 10 ribu anak.

BPMS DEPOK MENAMPUNG

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok M. Thamrin, mengatakan jumlah lulusan SD dari 275 unit sekolah yang ada mencapai sekitar 32 ribu orang tentunya tidak mungkin dapat ditampung semua di SMPN yang hanya berjumlah 26 uni sekolah dengan kapasitas hanya 8.500 siswa. Jadi diperkirakan jumlah siswa yang tidak tertampung mencapai 18.500 orang.

“Ini tentunya perlu kedewasaan orang tua atau masyarakat Kota Depok dengan tidak memaksakan anaknya untuk masuk ke SMPN karena SMP swasta juga sudah ada komitmen bersama untuk mengratiskan pelajar tidak mampu selama tiga tahun belajar,” tuturnya.

Hal senada ditegaskan, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BPMS) Depok, H. Acep Al Azhari, yang mengatakan pihaknya yang membawahi sekitar 173 sekolah swasta di Depok siap menampung siswa yang betul-betul tidak mampu atau miskin untuk masuk ke SMP/sederajat. (anton/b)