Friday, 19 October 2018

Stok Mobil Bekas Melimpah

Kamis, 12 Juli 2018 — 0:30 WIB
mobil-seken

JAKARTA- LiburanLebaran telah berlalu dan aktivitas bisnis sudah kembali berjalan normal termasuk Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua. Sejumlah masyarakat konsumen yang baru pertama kali berkunjung ke pasar mobil terbesar di Indonesia tersebut mengaku terkagum-kagum melihat banyaknya mobil dagangan yang dipajang di show room.

“Astaga, pajangan mobilnya banyak sekali. Mulai dari mobil kecil sampai besar ada di sini,” ujar Salikin di WTC Mangga Dua Jl Raya Gunung Sahari, Jakarta, kemarin.

Dengan banyaknya mobil yang terdiri dari berbagai merek dan tipe sangat memudahkan konsumen mencari mobil seperti apapun. “Baru pertama kali datang ke mal ini, ternyata terdapat ratusan show room mulai dari lantai tiga sampai sembilan yang memajang mobil mulus-mulus,” tambah warga Kemayoran yang ingin membeli Toyota Calya untuk usaha taksi online.

Hal senada diungkapkan konsumen lainya, Melinda yang juga mengaku dengan banyaknya pilihan mobil. “Banyak sekali city car dari berbagai merek sehingga kita bebas memilih,” kata ibu muda dari Kebayoran Lama, Jaksel, yang ingin membeli Daihatsu Ayla. Menurutnya harga yang dibanderol pedagang relatif normal, bahkan ada yang miring. “Saya sebelumnya sudah datang ke sejumlah lokasi pedagang kelas rumahan, tapi kondisi mobil tidak memuaskan, bahkan harganya gak masuk akal, capek deh. Mendingan datang ke sini, sekali datang langsung dapat mobil idaman, termasuk warna cocok sama selera,” imbuhnya.

CEPAT BERKEMBANG

Senior marketing manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih menjelaskan Bursa Mobil Seken berdiri sejak tahun 2005. “Diawali dari beberapa show room saja, kemudian cepat berkembang karena para pedagang sangat komit memuaskan pelanggan, antara lain ramah, jujur, menyediakan mobil berkualitas, harga simpatik untung dikit lepas, dan jaminan surat kendaraan,” katanya.Kini di gedung mal ini terdiri dari ratusan show room yang memajang lebih dari 2.200 unit mobil. “Pedagang melayani penjualab tunai, kredit, maupun tukar tambah,” pungkas Herjanto. (*/bu)