Tuesday, 20 November 2018

Ampuun!! Harga Telur Tembus Rp35 Ribu/Kg

Jumat, 13 Juli 2018 — 12:18 WIB
Pedagang juga dipusingkan dengan naiknya harga telur yang menyebabkan sepinya pembeli. (haryono)

Pedagang juga dipusingkan dengan naiknya harga telur yang menyebabkan sepinya pembeli. (haryono)

BANTEN – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di wilayah Banten melonjak tajam. Dalam sepekan, kenaikan harga telur terjadi sebanyak dua kali. Saat ini, harga telur ayam sudah menembus di angka Rp35.000 per kilogram (kg), yang sebelumnya hanya di kisaran Rp22.000 per kg.

Diduga, melemahnya rupiah terhadap dolar berpengaruh kepada harga telur di Kota Cilegon.

Mega, salah satu pedagang sembako di Pasar Baru Cilegon mengatakan, kenaikan harga telur selama sepekan terakhir cukup meresahkan. Sebab, harga telur naik turun di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

“Menjelang lebaran, harga telur hanya Rp25 ribu per kilogram. Tapi sepekan terakhir, harganya naik turun di kisaran Rp30 ribu per kilogram ke atas,” ujarnya saat ditemui wartawan di Pasar Baru Cilegon, Jumat (13/7/2018).

Menurut Mega, dirinya tidak kuasa untuk menjaga harga telur. Mengingat ia pun membeli per peti dari supplier dengan harga tinggi. “Harga di suplier-nya juga tinggi. Biasanya saya beli Rp300 ribu per 15 kilogram, sekarang saya harus beli Rp390 ribu hingga Rp400 ribu,” terangnya.

Di Kabupaten Serang, tepatnya di Pasar Ciruas, harga terus mengalami kenaikan semenjak dari usai lebaran Idul Fitri hingga sekarang. Saat ini, harga telur di Pasar Ciruas tembus mencapai Rp30 ribu.

Pemilik toko sembako yang ada di Pasar Ciruas, Samsudin mengatakan, untuk kelangkaan telur tidak ada, tetapi hanya sebatas mengalami kenaikan. “Sekarang harga telur itu Rp365 ribu per peti dengan berat 14 kilogram. Jadi jika dikilo harganya Rp26 ribu lebih per kilogram, saya jual Rp30 ribu per kilogram,” kata Samsudin di tokonya di Pasar Ciruas.

Sementara itu, Basuki, pedagang telur ayam di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak menyatakan, kenaikan harga telur dipengaruhi pasokan yang kurang dari distributor. Bahkan, harga telur ayam sudah mengalami kenaikan sehingga para pedagang di pasar tradisional di Lebak hanya menyesuaikan harga dari distributor saja.

“Kenaikan harga telur bukan kita yang tentukan. Tapi, dari distributornya memang sudah naik, jadi kita hanya menyesuaikan harga dari sana (distributor-red),” kata Basuki

Terkait hal ini, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon Ema Hermawati, mengatakan jika pihaknya tengah menunggu arahan dari Kementerian Perdagangan. Dimana pihak kementerian saat ini tengah membicarakan tentang kenaikan harga dengan sejumlah distributor telur.

“Sampai sekarang kami masih menunggu arahan. Kemarin kan Kementerian Perdagangan sudah rapat dengan para distributor telur. Hasilnya seperti apa, itu yang kami sedang tunggu,” katanya. (haryono/mb)