Tuesday, 13 November 2018

Ancaman Muhaimin Dinilai Tidak Pengaruhi Jokowi

Jumat, 13 Juli 2018 — 7:26 WIB
Muhaimin dan Jokowi

Muhaimin dan Jokowi

JAKARTA– Muhaimin Iskandar rerus bermanuver politik. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini ngotot dijadikan calon wakil presiden oleh Jokowi yang akan maju menjadi calon presiden (capres).

Meski sudah melakukan berbagai cara termasuk membuat spanduk di mana-mana, namun hingga kini Jokowi belum memberikan signal kepada Cak Imin begitu dia kerap dipanggil. Oleh karena itu belakangan ini dimulai menebar ancaman.

Jika tidak jadi cawapres untuk Jokowi, maka dia dan PKB akan keluar dari koalisi. Bahkan dia berencana membuat koalisi baru sehingga dia berharap Golkar bisa ikut bergabung dengan PKB di Pilpres 2019 nanti.

Menanggapi manuver politik Muhaimin itu, Sekjen PPP Arsul Sani menyebutkan mantan Menter Tenega Kerja itu bukanlah faktor utama yang membuat Joko Widodo menang di Pilpres nanti.

Bahkan Asrul Sani menilai, manuver yang dilakukan oleh Cak Imin hanya untuk meningkatkan elektabilitas PKB. Sebetulnya Muhaimin sadar dia belum saatnya jadi cawapres.

Menurut Asrul Sani, tanpa Muhaimin, Jokowi juga akan memenangi Pilpres 2019. Bakan katanya, Muhaimin itu tidak membawa faktor kemenangan.

Bahkan Arsul mencontohkan Pilgub Jawa Timur 2018. Meski sudah melakukan manuver besar-besaran , Cak Imin belum bisa membawa a kemenangan bagi pasangan Gus Ipul-Puti Guntur.

Asrul yakin PKB tidak akan meninggalkan koalisi dengan partai pengusung Jokowi walau cawapresnya bukan Cak Imin. “Meski Cak Imin atau orang-orangnya masih bermanuver, saya yakin pada akhirnya PKB tidak akan meninggalkan koalisi partai pengusung Jokowi meski cawapresnya bukan Cak Imin,” tutupnya.

Sedangkan PDIP tak mempermasalahkan ‘ancaman’ ancaman itu. Politisi senior PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan ancaman tersebut hanyalah taktik Cak Imin agar targetnya tercapai.

Eva malah tidak melihat ada bahaya jika Cak Imin keluar dari koalisi.”Bahaya gimana? Belum deklarasi sih. Resikonya berkurang pendukung, walau masih ada pendukung yang lain sih,” tuturnya.
Meski begitu, ia mengimbau agar seluruh pihak memberikan waktu kepada Jokowi untuk memilih sosok cawapresnya dengan tenang. Tak hanya itu, ia juga berpesan agar mengesampingkan kepentingan masing-masing terlebih dahulu.

“Tapi sebaiknya mari beri ruang Pak Jokowi supaya memilih secara leluasa dan tenang demi kepentingan nasional. Mari kepentingan subjektif personal dan gol kita kalahkan. Jokowi orang baik, kerja keras dan tidak punya konflik kepentingan, semata demi bangsa dan negara. Mari para pendukung mendukungnya dengan tulus,” ujar Eva.
Sebelumnya Cak Imin ‘mengancam’ Jokowi harus berduet dengannya pada Pilpres 2019. Jika dia tak digandeng, posisi Jokowi disebut berbahaya.

“Buktikan saja. Kalau nggak JOIN (Jokowi-Cak Imin), bahaya,” kata Cak Imin di gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (12/7). (b)