Monday, 23 July 2018

Gua Tempat 12 Remaja dan Pelatihnya Terjebak Akan Jadi Museum dan Difilmkan

Jumat, 13 Juli 2018 — 9:19 WIB
Celah sempit di gua tempat belasan anak terperangkap di Thailand.(dok)

Celah sempit di gua tempat belasan anak terperangkap di Thailand.(dok)

THAILAND – Kompleks  gua di Thailand utara, tempat 12 remaja dan pelatih sepak bolanya terperangkap selama beberapa minggu di dalamnya, akan diubah menjadi sebuah museum.

Tim penolong mengatakan museum ini akan memamerkan bagaimana operasi pertolongan itu berlangsung, yang diperkirakan akan menjadi “daya tarik utama” bagi Thailand.

Setidaknya dua perusahaan juga tertarik untuk membuat film tentang kisah penyelamatan belasan remaja tersebut.

Belasan remaja itu saat ini berada di rumah sakit Kota Chang Rai dan tengah mendapatkan perawatan medis dan psikologis.

Para pejabat mengatakan mereka dalam kondisi sehat, walau mengalami susut berat badan dan harus tetap berada di rumah sakit selama satu pekan kemudian menjalani pemulihan di rumah masing-masing selama satu pekan.

Sebelumnya, komandan kesatuan SEAL Angkatan Laut Thailand mengatakan kesuksesan operasi penyelamatan 12 remaja dan pelatih mereka dari Gua Tham Luang merupakan “harapan yang menjadi kenyataan.”

Atas perannya itu, tim penolong dari kesatuan SEAL Angkatan Laut Thailand mendapat sambutan dan ucapan terima kasih saat mereka tiba di Bangkok.

Akan dijadikan museum?

Komplek gua Tham Luang di Thailand utara merupakan gua terbesar di negara tersebut.

Gua itu terletak di bawah pegunungan yang terletak tidak jauh dari kota kecil, Mae Sai, di wilayah utara provinsi Chiang Rai yang berbatasan dengan Myanmar.

Sebagian besar kawasan ini belum dikembangkan secara maksimal dan hanya dikunjungi oleh wisatawan dalam jumlah yang terbatas.

 “Kawasan ini akan kita jadikan museum untuk menunjukkan bagaimana operasi penyelamatan itu berlangsung,” kata Osottanakorn, bekas gubernur dan kepala tim penyelamat, dalam jumpa pers.

“Kita akan siapkan data yang bersifat interaktif. Ini tentu akan menjadi daya tarik bagi Thailand,” katanya, seperti dilansir BBC.

Bagaimanapun, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan pihaknya akan lebih memperhatikan aspek keselamatan bagi turis saat mereka berada di luar dan di dalam gua.

Belum jelas apakah museum ini akan dioperasikan saat musim hujan yang biasanya berlangsung antara Juni hingga Oktober nanti.

Seperti diketahui, selama musim hujan tiba, sebagian besar gua itu akan terendam air.

Situasi ini pula yang menyebabkan belasan anak-anak itu terjebak di dalamnya.

Film ala Hollywood

Dua perusahaan film sudah menyatakan ketertarikannya untuk membuat film seputar operasi penyelamatan yang luar biasa terhadap belasan anak itu.

Malahan sebelum 13 anak itu berhasil dikeluarkan dari dalam gua, perusahaan film AS Pure Flix telah mengumumkan bahwa mereka akan mewawancarai tim penyelamatnya.

Pimpinan perusahaan film itu, Michael Scott, yang tinggal di Thailand, mengatakan bahwa istrinya mengenal sosok Saman Gunan, bekas anggota kesatuan Angkatan Laut Thailand yang meninggal selama operasi penyelamatan.

“Melihat semua kisah tentang keberanian yang heroik selama dalam gua, dan kemudian mereka berhasil mengeluarkan semua korban dalam keadaan selamat, itu sungguh menyentuh, dan apalagi saya ada hubungan emosional dengan mereka,” katanya dalam akun Twitternya.

Namun menurut perusahaan Ivanhoe Pictures yang berbasis di Los Angeles, merekalah yang secara resmi telah dipilih oleh pemerintah Thailand dan angkatan laut untuk membuat film tersebut

Sejumlah media AS, yang mengutip sebuah sumber, mengatakan bahwa film itu akan disutradarai oleh Jon M Chu. Dia terakhir bekerjasama dengan Ivanhoe Picture saat membuat film komedi romantik, Crazy Rich Asians.

Bagaimanapun, telah muncul kekhawatiran di media sosial bahwa film tersebut akan lebih memberi tempat kepada orang-orang asing ketimbang peran yang dilakukan pihak-pihak di Thailand sendiri.

Jon M Chu menolak anggapan seperti itu dan mengatakan bahwa pihaknya akan bersikap adil saat membuat film tersebut.(Tri)