Saturday, 17 November 2018

Ledakan Tabung Gas di Ruko Grand Wijaya Seperti Bom, Ini Penjelasannya

Jumat, 13 Juli 2018 — 11:43 WIB
Ruko di Komplek Pertokoan Grand Wijaya Center, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, hancur, akibat ledakan tabung gas. (ist)

Ruko di Komplek Pertokoan Grand Wijaya Center, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, hancur, akibat ledakan tabung gas. (ist)

JAKARTA – Warga Jakarta Selatan sempat digegerkan dengan terjadinya ledakan di sebuah ruko di Grand Wijaya Center, Kebayoran Baru, Kamis (12/7/2018) dini hari. Besarnya suara ledakan dan kerusakan yang ditimbulkan cukup parah membuat warga sempat mengira ledakan bersumber dari bom. Namun setelah pemeriksaan, polisi memastikan ledakan bersumber dari sebuah tabung gas 12 kg.

Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Puslabfor Polri, Komisaris Besar Polisi Ulung Kanjaya, mengatakan, besarnya daya ledak dari tabung gas melon seperti itu bisa terjadi karena dalam ruangan tidak ada ruang udara atau ventilasi.

(BacaLedakan di Pertokoan Grand Wijaya Center Kebayoran Baru Diduga Akibat Tabung Gas)

Ulung menerangkan, tabung gas yang bocor di ruangan tanpa ventilasi membuat gas akan mengendap. Jika terdapat pemicu semisal api, malah ledakan seperti bom bisa terjadi.

“Gas itu kalau sudah mengisi di satu ruangan, itu kalau terpicu dengan api itu meledaknya kayak bom, seperti bom. Jadi misalnya ruangan itu kan sekitar 4,5 x 8 meter, itu kalau terisi (gas) itu ya dahsyat seperti ini, bisa memecahkan sekitarnya. Ini kan ada pintu sampai terlempar,” katanya kepada wartawan, Jumat (13/7/2018).

(Baca: Ledakan di Grand Wijaya Center Diduga dari Tabung Gas Bocor)

Menurutnya ventilasi atau jalan udara sangat penting jika menghadapi kebocoran tabung gas. Karena itu dia menyarankan warga jika menghadapi situasi tersebut, segera membawa tabung gas ke ruangan terbuka agar tidak ada endapan gas.

“(Gas) dia tingginya sekitar 1 meteran. Jadi kalau desain rumah, ada dapurnya, dapur itu harus ada sirkulasi udara. Jadi ada ventilasinya. Kalau ada kebocoran gas, gas itu harus bisa dikeluarkan secepatnya, harus keluar udara bebas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ulung menambahkan hasil pemeriksaan Puslabfor terkait ledakan di ruko Grand Wijaya diperkirakan baru akan diketahui sekitar satu minggu. “Sekitar di bawah satu minggu lah,” pungkas Ulung. (ikbal/ys)