Saturday, 22 September 2018

M. Taufik Tetap Ngotot

Mantan Napi Koruptor Daftar Nyaleg Dicoret

Jumat, 13 Juli 2018 — 0:20 WIB
M. Taufik salah satu yang masuk DCT.

M. Taufik salah satu yang masuk DCT.

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta bersikukuh mencoret caleg mantan napi korupsi, narkoba, dan kejahatan seksual kepada anak. Karena itu, parpol (partai politik) tidak mendaftarkan mereka untuk nyaleg.

“Kalau nanti mantan napi koruptor, narkoba, dan kejahatan seksual kepada anak didaftarkan nyaleg, kami akan kembalikan berkasnya dan mencoretnya,” tegas Ketua KPUD DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos, Rabu (12/7).

Penegasan Betty menjawab adanya parpol yang nekad akan mendaftarkan mantan napi koruptor untuk nyaleg pada Pileg 2019. “Bila ada mantan napi koruptor mendaftar nyaleg, pasti kami coret,” tandasnya.

Betty menjelaskan, pihaknya berpegang pada Peraturan KPU Nomor 20/201 yang melarang mantan napi koruptor, narkoba, dan kejahatan seksual kepada anak nyaleg. “Jadi kami mohon parpol tidak mendaftarkan mantan-mantan napi itu untuk maju menjadi caleg,” ucapnya.

Pendaftaran calon angggota legislatif sudah mulai dibuka, tetapi hingga kini belum ada parpol yang mendaftarkan calegnya. “Kami tunggu sampai 17 Juli 2018,” ujarnya.

TAUFIK NYALEG

M.Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta mengatakan, pihaknya akan mendaftarkan daftar caleg pada 17 Juli mendatang. “Kami akan daftarkan caleg-caleg dari Partai Gerindara pada hari akhir saja,”katanya.

Peraturan KPU yang melarang mantan napi koruptor nyaleg,kata Taufik, melanggar UU Pemilu. “Kami sudah ajukan yudisial review ke MA,” tuturnya seraya menambahkan, dirinya tetap akan mendaftarkan diri sebagai caleg.

Seperti diketahui M. Taufik pernah masuk penjara karena divonis bersalah akibat korupsi dana KPUD ketika dia menjabat Ketua KPU DKI. (john/st)