Wednesday, 18 July 2018

Masih Main Judi, Terlalu!

Jumat, 13 Juli 2018 — 6:43 WIB
gaple

SUDAH dibilang judi itu bikin orang sengsara? Eh, masih juga dilakukan? Ingat apa kata Bang Haji Rhoma? Karena judi, yang kaya saja bisa jatuh miskin. Apalagi yang miskin? Makin  miskin, Bro!

Tapi, begitulah manusia, sudah diingatkan ya, masih dilakukan. Banyak yang begjtu. Hal-hal yang dilarang, kayaknya enak dilakukan. Tapi untuk berbuat  kebaikan, walau pun gratis, banyak yang menghindar.

Judi bukan saja bikin melarat, tapi membuat orang temperamental, pemarah. Stres, uring-uringan, kalap. Nah, ujung-ujungnya dari kekalapan-nya itu siapa saja akan menjadi sasaran amukannya. Termasuk orang terdekat, seperti anak istri.

Seorang istri babak-belur di Jakarta Barat, dihajar suaminya yang penjudi. Pelaku, sebelumnya diingatkan;  “Udeh Bang nggak usah main judi, berhenti, mending duitnya buat belanja!” nasihat sang istr. Tapi, malah kena bogem mentah.

Begitulah nasib istri penjudi. Mau belanja uang habis buat judi. Kasih nasihat, malah digebuki.

Masyarakat luas  juga sudah paham, ya kalau judi, perjudian apa saja, kartu, termasuk sabung ayam, dilarang oleh negara. Judi, di mana sangat menjanjikan peruntungan,  karena adanya hadiah kemenangan.  Maka, ada yang namanya pasal 303 di KUHP yang sangat dikenal oleh para penjudi itu sendiri. Ancamannya juga nggak ringan. Tapi, kok mereka masa bodoh, ya?

O, iya ya. Itu dalam peraturan agak aneh. Judi boleh dilakukan, asal ada izin. Gimana ini? Padahal, kan sudah dibilang, judi itu haram hukumnya. Negara dan agama melarang, eh malah bisa dilaksanakan kalau ada izin. Sebaiknya yang  berwenang, berpikir seribu kali soal zin mengizinkan. Atau dengan tegas, katakan No!

Judi meracuni kehidupan, judi meracuni keimanan. Begitu Bang Haji Rhoma mengingatkan.

Kalau masih bandel, main judi juga?  Terlalu! –massoes