Thursday, 19 September 2019

Wagub DKI Pastikan JIEPP Siap untuk Asian Games

Sabtu, 14 Juli 2018 — 12:31 WIB
Wagub DKI, Sandiaga Uno. (yendhi)

Wagub DKI, Sandiaga Uno. (yendhi)

JAKARTA –  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno memastikan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang akan menjadi arena pacuan kuda para atlet Asian Games 2018 sudah 100 persen siap digunakan.

Hal itu disampaikan Sandiga setelah secara langsung meninjau JIEPP bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang terletak Jalan Pulo Mas Jaya, Kayu Putih, Jakarta Timur, Sabtu (14/7/2018). Bahkan keduanya sempat menjajal berkuda bersama di arena pacuan.

“Hari ini kita tes kesiapan dari Jakarta Equestrian Park yang akan menjadi venue dari kegiatan Equestrian selama Asian Games. Alhamdulillah hari ini tanggal 14 Juli 2018 kita nyatakan Jakarta Equestrian Park siap dipakai untuk Asian Games,” kata Sandiaga.

Kesiapan ini, lanjut Sandiaga, tidak lain karena kerja keras dari pemerintah pusat, Pemprov DKI, pemerintah daerah (Pemda) dan seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi sudah siap dipakai untuk Asian Games. Dan atlet sudah berlatih. Tadi kita coba sendiri juga dengan bersama-sama atlet,” ucap Sandiaga.

Selain mencoba langsung arena pacuan, Sandiaga juga melakukan penanaman pohon jambu bol untuk penghijauan dan menebar ribuan benih ikan di danau buatan sekitar venue equestrian.

Pasir yang digunakan untuk arena pacuan, kata Sandiaga, didatangkan langsung dari Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung dan dicampur dengan fabric yang di impor dari Jerman.

“Tapi itu didesain khusus, tebalnya 12 cm. Jadi kemarin itu yang kami tunggu dan sekarang sudah bisa dipakai dan tadi kita jalan-jalan lihat. Itu bukan sampah, itu bagian dari floor bed dari arena Jakarta Equestrian Park,” kata Sandiaga.

Ditempat yang sama, Konsultan Teknis pembangunan venue equestrian Asian Games 2018, Rafiq Radinal menjelaskan, kuda pacuan yang digunakan para atlet balap kuda Indonesia sebagian berasal dari Eropa yakni Belanda dan Jerman.

“Yang ada di Jakarta akan melewati satu proses karantina baru masuk ke sini. Untuk prosesnya supaya kondisi kuda tersebut dalam kondisi sama dengan kondisi di Eropa,” kata Rafiq. (yendhi/mb)