Monday, 19 November 2018

Suap PLTU Riau-1, KPK Akan Periksa Mensos Idrus Marham dan Dirut PLN

Rabu, 18 Juli 2018 — 15:48 WIB
Menteri Sosial, Idrus Marham. (cw2)

Menteri Sosial, Idrus Marham. (cw2)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa Menteri Sosial, Idrus Marham, dan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau-1 yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Saragih.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Idrus akan diperiksa pada pada Kamis (19/7/2018), sedangkan Sofyan besoknya, Jumat (20/7/2018). “Besok Kamis dan Jumat direncanakan pemeriksaan saksi Idrus Marham dan Sofyan Basir,” ucapnya, Rabu (18/7/2018).

(BacaTertangkap OTT Eni Saragih Langsung Dipecat)

Febri melanjutkan, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan kepada keduanya. Ia pun berharap agar keduanya kooperatif dan datang memenuhi penggilan KPK untuk dimintai keterangan.

“Kami percaya para saksi akan memenuhi panggilan KPK,” tandasnya.

(BacaNasib Politisi DPR ini, Kena OTT, Dipecat, Suami Jadi Bupati Terancam)

Eni Maulani Saragih resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Politikus Golkar itu diduga menerima suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

KPK menyita uang Rp500 juta dalam OTT yang menjerat Eni. Ia pun ditangkap KPK saat bertandang ke rumah Menteri Sosial Idrus Marham. Eni diduga menerima Rp4,5 miliar terkait proyek itu dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini, Eni berperan untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1.

(BacaAnggota DPR dari Golkar Ini Diduga Terima Suap Rp 4,5 Miliar)

KPK menggeledah kediaman Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Selatan, Minggu (15/7/2017). KPK menyita CCTV dan dokumen terkait proyek tersebut. Sofyan sendiri sampai saat ini statusnya masih sebagai saksi. (cw6/ys)