Wednesday, 26 September 2018

TGB Dukung Jokowi, Ini Alasan Demokrat Tak Beri Sanksi

Rabu, 18 Juli 2018 — 17:41 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan. (yendhi)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan. (yendhi)

JAKARTA – Pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang bermanuver memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi pertanyaan publik. Khususnya kalangan politik.

Politikus Partai Demokrat tersebut secara pribadi menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk memimpin Indonesia dua periode. Pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 silam, NTB merupakan salah satu daerah yang menjadi lumbung suara bagi Prabowo. Di NTB dukungan suara Jokowi kalah besar dari perolehan suara Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan memastikan, tidak ada sanksi yang diberikan kepada TGB dari Partai Demokrat saat ini.

Menurut Hinca, sebagai kader Demokrat TGB masih berhak menentukan dukungan kepada siapapun selama Partai Demokrat belum memutuskan pilihan dukungan.

“Sama sekali tidak ada sanksi untuk Pak TGB. Alasannya begini, sampai hari ini putusan partai belum ada, oleh karena itu semua kader punya suara dan pendapat mau dukung si A si B, tapi begitu partai mengatakan si A maka semua kader sepakat. Jadi tidak ada masalah,” ucap Hinca di depan gedung Paviliun Kartika RSPAD, Rabu (18/7/2018).

Ditegaskan Hinca, hingga saat ini TGB masih kader utama Partai Demokrat. Bahkan menjadi satu dari 15 anggota majelis tinggi partai yang memiliki kewenangan memutus capres maupun cawapres yang akan diusung Demokrat.

“Sampai hari ini bahwa pak TGB masih kader partai dan belum ada pikiran kemana-mana, dan beliau bagian dari kami nanti untuk memutuskan siapa yang akan kami usung,” tegas Hinca.

Zainul Majdi menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinannya menjadi dua periode sebagai Presiden RI. Berbagai pertimbangan telah dilakukan oleh TGB termasuk demi kepentingan rakyat, khususnya NTB.

Selama kepemimpinannya, Jokowi dianggap berhasil mengubah perekonomian dikawasan Mandalika, NTB. TGB sebut jika ada pergantian kepemimpinan maka perubahan yang sudah dirasakan akan mandek. (yendhi/yp)