Sunday, 18 November 2018

Dulu Teman Sekolah SMP Kini Teman Tidur di Hotel

Kamis, 19 Juli 2018 — 7:13 WIB
CLBK

DULU Selasih – Sandi teman sekolah di SMP. Mereka pernah pacaran, tapi kandas karena mengejar karier masing-masing. Saat reuni 25 tahun kemudian, cinta lama bersemi lagi. Akhirnya, teman sekolah itu kemudian jadi teman tidur di hotel. Tentu saja suami Ny. Selasih, 44, mencak-mencak dan jadi urusan polisi.

Reuni sekolah sering jadi malapetaka rumahtangga. Rumahtangga yang adem ayem bisa bubar gara-gara suami atau istri ketemu pacar lama. Jika bisa mengendalikan diri, tak masalah. Tapi kalau kebablasan, bahaya pun mengancam. Maka tak mengherankan banyak suami melarang istrinya ikut reuni sekolah baik itu SMP, SMA maupun PT. Soalnya jika rumahtangga berantakan, anak-anak jadi keleleran.

Ny. Selasih yang menjadi bidan puskesmas di Tapian Dolok, Simalungun (Sumut) ternyata kena juga penyakit reuni stadium empat. Di puskesmas Bu Bidan ini mengurus bayi-bayi yang baru lahir. Tapi kemudian di hotel, justru mengurus bayi yang lahir sekitar 44 tahun lalu. Kondisinya betul-betul bugil macam orok, dan minta minum cucu juga tapi tanpa pakai dot dan botol.

Dalam keluarga sebetulnya menjadi istri Gustaf, 50,  Bu Bidan ini cukup bahagia. Anak-anak mulai berangkat dewasa, satu laki-laki dan satunya lagi perempuan. Prahara mulai datang saat ada undangan reuni SMP tempat Selasih sekolah dulu di Medan. Sebagai bidan yang rajin bermasyarakat, tentu saja undangan itu takkan dilewatkan. Dia memang rindu pada teman-teman lama, tentunya sudah mulai menua dan jadi apa mereka pada?

Ketemu teman-teman lama, serasa muda kembali. Mereka saling ingat akan kebiasan dulu, mana Desi yang centil, mana Ratna yang cantik, mana pula Fahri yang nyinyir, atau Andre yang suka iseng. Dan ketika ketemu dan saling ungkit kebiasan dulu, suasana menjadi hingar bingar. Peristiwa-peristiwa masa lalu itu seakan diputar kembali di depan mata.

Bidan Selasih juga ketemu teman lama, Sandi, yang dulu pernah jadi pacarnya, meski itu hanya cinta monyet, cintanya anak ingusan. Ah, ternyata Sandi yang dulu suka pakai pelembab bibir itu, kini ganteng juga orangnya. Tubuhnya sangat atletis dan proporsional, karena dia suka lari pagi. Bahkan ke kantor pun suka berlari saja macam Zohri pelari 100 meter dari NTB.

Acara reuni telah lewat tapi pertemuan itu sangat membekas bagi Selasih dan Sandi. Tiap malam suka kontak-kontakan lewat WA. Bila sudah ketemu di grup reuni SMP, jadi lupa pekerjaan dan suami. Gustaf suaminya sering dibikin jengkel. “Tuh, hasilnya reuni, telepon-teleponan terus sampai tuak….”, omelnya sambil banting bantal.

Ternyata CLBK itu benar-benar telah terjadi. Jika Selasih sudah capek, HP dimatikan. Tapi jika aktif, ibarat kata sampai beduk subuh juga betah. Ada saja yang diomongkan. Sebentar-sebentar ada suara tung tung. Ketika Gustaf menegur, jawab Selasih, “Ini grup puskesmas kok bang.”

Sejatinya sudah lebih dari itu. Di sela-sela kesibukan kerja sebagai bidan, Selasih –Sandi sering janjian di hotel. Mereka melanjutkan jalinan cintanya yang putus. Dan seperti biasanya, jika sudah dibangun koalisi harus ada pula eksekusi. Di sinilah Selasih kembali ngurus bayi, tapi yang lahir 44 tahun lalu. Nakalnya bukan main dan mintanya macem-macem.

Sekali waktu ada yang mencium skandal itu, sehingga memberitahukan kepada Gustaf, agar merapat ke sebuah hotel di Berastagi. Begitu didatangi bersama petugas polisi, memang ditemukan Selasih dan Sandi berdua di kamar dalam kondisi tidak senonoh. Entah sudah selesai atau baru pemanasan, tidak jelas. Pasangan itu segera digelandang ke kantor polis. Dalam pemeriksaan keduanya mengaku baru dua kali melakukan hubungan intim.

Lha yang barusan nggak dihitung? (JPNN/Gunarso TS)