Saturday, 20 October 2018

Pengaruh Film Porno di HP, Dua Siswa SD Cabuli Dua Bocah Perempuan

Kamis, 19 Juli 2018 — 20:33 WIB
cabul

SERANG – Dua bocah perempuan berusia 6 tahun warga, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten diduga menjadi korban kekerasa seksual. Ironisnya, kasus pelecehan seksual ini dilakukan oleh dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar yang terpengaruh tontonan video porno dari internet.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin membenarkan kasus itu. Dari keterangan yang diperoleh, pelaku melakukan perbuatan itu karena terpengaruh tayangan porno yang ada pada telepon genggam.”Kata pelaku dia tergiur dari tontonan internet,” kata kapolres , Kamis (19/7/2018) sore.

Menurut Komarudin, dari hasil visum di rumah sakit, kedua bocah perempuan itu terdapat luka lecet pada alat vitalnya namun tidak sampai merusak selaput dara.

“Untuk pelaku kita juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TP2A). Untuk orangtua, harus bisa mengawasi dan membatasi penggunaan telepon genggam pada anak,” jelasnya didampingi Kasat Reskrim, AKP Richardo Hutasoit.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota, AKP Richardo Hutasoit mengatakan meski memiliki bukti perbuatan pelaku, pihaknya tidak bisa menahan terduga.

Hal itu sesuai dengan undang-undang nomor 3 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dan UU nomor 3 tahun 1997 yang telah direvisi MK tahun 2010 tentang batas usia anak yang boleh divonis di pengadilan.

“Tidak dilakukan penahanan, bukan berarti tidak diproses. Proses tetap berjalan, tetapi tidak dilakukan upaya hukum penahanan,” katanya.

Diperoleh keterangan, dua bocah perempuan berumur 6 tahun warga , Kecamatan Serang, Kota Serang diduga menjadi korban pemerkosaan oleh dua orang tetangganya yang siswa SD di Kota Serang.

AS, orangtua korban mengatakan, kejadian yang menimpa anak perempuan dan anak perempuan tetangganya itu terjadi Juni 2018 saat bulan Ramadhan. Dugaan pemerkosaan itu terjadi di lapangan sepak bola tak jauh dari rumah korban.

“Waktu itu saya sedang nonton TV di rumah. Kejadiannya malam hari saat warga salat Tarawih. Saat pulang anak saya nangis, dan mengeluh sakit di bagian alat vitalnya. Setelah cerita, sontak saya nangis sambil teriak-teriak,” kata AS.

AS menjelaskan, saat anaknya menceritakan kejadian itu, korban pencabulan bukan hanya dialami anaknya. Tapi juga teman sepermainan anaknya menjadi korban. “Pelakunya dua orang, sama-sama kelas V SD dan korbannya juga dua orang,” jelasnya.

Mendengar cerita anaknya tersebut, AS mengaku sudah mendatangi kedua orangtua pelaku. Akan tetapi, orangtuanya tidak memberikan respons apapun. Bahkan tidak ada itikad baik untuk meminta maaf kepada keluarganya. Karena masih tidak ada respons, AS menambahkan, pihaknya akhirnya melaporkan kejadian itu dan membawa putrinya ke Mapolres Serang Kota. (haryono/b)