Saturday, 17 November 2018

Dolar Makin Perkasa Rupiah Kian Parah

Jumat, 20 Juli 2018 — 19:58 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA –Nilai tukar rupiah makin tak berdaya menghadapi dolar. Bahkan rupiah sempat tertekan di angka Rp14.519 sebelum akhirnya ditutup diangka Rp14.595. Meski begitu  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution masih yakin dolar AS masih bisa turun.

“Segala sesuai itu masih bisa naik dulu atau turun lagi,” kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018). Darmin menyebutkan pergerakan nilai rupiah merupakan hal biasa sehingga harus dianggap sebagai angka keseimbangan baru.

Menurut Darmin, salah satu yang akan membuat dolar AS melemah terhadap rupiah bisa dengan menekan impor, terutama terhadap bahan baku untuk industri dalam negeri. Untuk mendongkrak rupiah agar mampu melawan dolar, kata Darmin, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sudah merancang formulasi kebijakan yang menekan impor dan mendorong ekspor.

“Jadi kita sendiri mengambil kebijakan. BI ngambil, pemerintah ngambil ya seperti biodiesel ini. satu penghematan devisa,” jelasnya.

Nilai tukar rupiah yang melewati angka Rp14.500 merupakan nilai terendah sejak 2015. Bahkan sejumlah pengamat keuangan, kondisi ini belum akan berhenti meskipun BI maupun pemerintah berusaha membendungnya. Ada yang memperkirakan, rupiah akan tertekan hingga mendekati angka Rp15.000 per dolar AS.(us)