Friday, 16 November 2018

Ingin Prima Saat Berhaji, Perhatikan Lima Tips Sehat Ini

Jumat, 20 Juli 2018 — 12:01 WIB
Jamaah haji.(dok)

Jamaah haji.(dok)

JAKARTA – Perjalanan haji membutuhkan fisik prima, mengingat jamaah harus menghadapi perbedaan kondisi lingkungan  ekstrem di Tanah Suci, yang kadang membuat tubuh  sulit  beradaptasi dan badan rentan terhadap berbagai penyakit.

Selain itu kegiatan ibadah yang cukup padat juga kadang membuat tubuh jemaah haji lebih mudah drop. Untuk itu kepada calon jamaah haji harus memperhatikan tips berikut dari MyNurs:

  1. Persiapan Kesehatan saat Ibadah Haji

Umumnya masalah kesehatan yang terjadi di Tanah Suci adalah kelelahan, pernapasan, pegal-pegal, flu, diare, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas),  dan lainnya.

Pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti asma, diabetes, jantung, tekanan darah tinggi, stroke, dan lainnya perlu lebih memperhatikan kesehatannya.

Sebetulnya jemaah haji yang berangkat  tidak perlu cemas untuk  masalah kesehatannya. Karena di Arab Saudi  telah tersedia layanan kesehatan untuk kebutuhan jemaah. Saat ini fasilitas kesehatan telah tersedia untuk jemaah haji dari Indonesia yang  terhitung baik. Di sana ada juga beberapa poliklinik dan rumah sakit Indonesia.

Ada beberapa vaksin yang dibutuhkan jemaah haji sebelum berangkat yaitu :

Vaksin Meningitis

Salah satu penyakit yang menjadi salah satu momok bagi jemaah haji. Meningitis merupakan radang selaput otak. Udara ekstrem di Tanah Suci sangat panas pada siang hari dan berubah menjadi dingin pada malam hari dapat menyebabkan munculnya penyakit dengan cepat.

Gejala penyakit ini tubuh merasa nyeri, mual dan demam. Meningitis juga dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Untuk mencegah penyakit ini jemaah haji wajib melakukan vaksin meningitis. Hal ini menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi setiap jemaah haji yang akan berangkat. Adanya vaksin ini akan melindungi para jemaah haji.

Vaksin ini sebaiknya dilakukan 2-3 minggu sebelum keberangkatan. Bila sudah pernah vaksin meningitis, maka perlu diperhatikan apakah sudah lewat 3 tahun atau belum.

Vaksin Influenza Musiman

Meski flu kadang dianggap penyakit ringan, namun pada beberapa orang dapat membahayakan. Selain itu dengan banyak tipe flu yang berbeda perlu antisipasi.

Vaksin flu perlu pada kondisi seseorang yang memiliki kondisi: asma kronis, gagal jantung kronis penyakit paru-paru kronis, penderita gangguan metabolik, obesitas, balita, lansia, dan wanita hamil.

Vaksin Pneumonia

Penyakit ini disebabkan infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, dan dapat dicegah dengan pemberian vaksin pneumonia. Vaksin ini juga penting bagi jemaah haji khususnya oleh lansia di atas 65 tahun,  pengidap diabetes, asma, ginjal, dan jantung,

Ada dua jenis vaksin pneumokokus yaitu Pneumococcal Conjugate Vaccine (PVC) dan Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PPV).

  1. Cek Kesehatan Sebelum Melakukan Ibadah Haji

Dalam melaksanakan perjalanan ibadah haji, salah satu yang perlu dilakukan agar  ibadah haji berjalan dengan lancar, adalah pemeriksaan kesehatan.

Hal ini telah menjadi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2016 soal Istihaah Kesehatan Jemaah Haji. Ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk pemeriksaan kesehatan ini:

*Tahap pertama. Tahap ini dilakukan oleh sipemberi pelayanan kesehatan di Puskesmas untuk mendapatkan nomor porsi.

*Tahap kedua.  Tahap ini dilaksanakan oleh Tim Penyelenggara Kesehatan Haji Kabupaten atau Kota di Puskesmas atau RS. Dilakukan ketika  pemerintah telah mengeluarkan  kepastian keberangkatan Jemaah Haji.

*Tahap Ketiga. Tahap terakhir ini dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Bidang Kesehatan. Tahap ini dilakukan pemeriksaan kesehatan yang akan menentukan apakah jemaah haji layak atau tidak terbang sesuai dengan  peraturan penerbangan internasional.

  1. Membawa Obat-obatan Pribadi

Untuk jemaah yang mengidap penyakit tertentu,  penting untuk  membawa obat-obatan yang rutin harus dikonsumsi. Selain obat untuk penyakit tertentu, sebaiknya bawa juga  obat-obat sederhana seperti obat diare, sakit kepala, anti alergi, dan vitamin serta suplemen yang dibutuhkan.

  1. Aktivitas Olahraga

Biasakan tubuh tetap melakukan olahraga ringan, apalagi saat persiapan ibadah haji. Karena saat ibadah haji Anda membutuhkan kekuatan fisik untuk berjalan. Dengan latihan olahraga tubuh Anda akan segar dan sehat. Tubuh Anda akan mampu mengikuti aktivitas ibadah tanpa keluhan.

Bila Anda membutuhkan fisioterapi Anda bisa lakukan di rumah.. Anda juga harus memperoleh informasi untuk menyewa kursi roda atau persiapan lain yang dibutuhkan.

  1. Pendampingan Perawat  saat Ibadah Haji

Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah haji atau umrah,  namun memiliki kondisi tubuh lemah dan membutuhkan pendampingan perawat, saat ini  kian mudah  mendapatkan perawat. Layanan perawat memungkinkan untuk membantu perawatan dan pendampingan bagi jemaah haji yang membutuhkan.

Melihat persiapan yang cukup panjang untuk menjalankan ibadah haji, mau tidak mau Anda memang memerlukan rencana matang. Karena tanpa kondisi tubuh yang  prima, Anda akan mengalami kesulitan saat ibadah haji.(Tri)