Wednesday, 26 September 2018

Pasien Tewas Saat Perbesar Pantat, Ahli Beda Platik Ditangkap

Jumat, 20 Juli 2018 — 22:01 WIB
Dokter Furtado mengatakan kematian salah seorang pasiennya merupakan "kecelakaan fatal".

Dokter Furtado mengatakan kematian salah seorang pasiennya merupakan "kecelakaan fatal".

BRASIL– Seorang ahli bedah plastik terkenal dari Brasil telah ditangkap setelah diburu selama empat hari menyusul kematian salah seorang pasiennya.

Kepolisian Brasil mengatakan dr. Denis Furtado atau dikenal dengan julukan dr. ‘Bumbum’ ditangkap di ibu kota Brasil, Rio de Janeiro pada Kamis (19/07), berkat informasi dari pihak yang namanya tidak mau disebutkan. Ia menghadapi dakwaan pembunuhan.

Penangkapan dilakukan setelah kematian salah seorang pasien dr. Furtado, Lilian Calixto, seorang ibu berusia 46 tahun. Perempuan beranak dua ini menjalani prosedur pembesaran pantat di apartemen pribadi sang dokter.
Pasien perempuan ini menempuh perjalanan dari kotanya, Cuiabá, Brasil tengah, untuk menjalani pembesaran pantat yang dilakukan oleh dr Furtado pada Sabtu malam lalu (14/07).

lilian

Lilian Calixto mulai merasa sakit ketika menjalani penyuntikan pembesaran pantat oleh dr. ‘Bumbum’.

Prosedur tersebut diyakini meliputi suntikan acrylic glass filler.

Namun, menurut polisi, Calixto jatuh sakit selama proses penyuntikan pembesaran pantat itu.

Dokter Furtado, 45, kemudian membawanya ke rumah sakit, namun kondisinya memburuk dan beberapa jam kemudian ia meninggal dunia.
Media setempat melaporkan bahwa ketika tiba di rumah sakit, detak jantung Calixto luar biasa tinggi.

Sang dokter bedah plastik kemudian menghilang. Pada Rabu (18/07), pengacara dokter tersebut menegaskan kliennya tidak bersalah dan belum menyerahkan diri kepada polisi karena ia dalam keadaan panik.
Foto-foto pembesaran pantat

Dalam pesan video yang diunggah ke media sosial setelah penangkapannya, dr. Furtado mengatakan kematian Calixto merupakan “kecelakaan fatal” dan menekankan ia selama ini telah melakukan 9.000 prosedur seperti itu. Ditambahkannya bahwa prosedur yang ia lakukan sah adanya di Brasil.

Di negara itu, dokter bedah plastik tersebut dikenal luas dan sudah tampil di televisi setempat. Di Instagram, ia mempunyai 650.000 pengikut.

a juga mempunyai banyak pengikut di sejumlah akun media sosial yang lain, termasuk di Facebook. Ia aktif mengunggah foto-foto sebelum dan sesudah prosedur pembesaran pantat di akunnya.

Di saluran berbagi video YouTube, ia memberikan nasihat mulai dari endometriosis, atau sejenis radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium, hingga nasihat tentang diet rendah karbohidrat.

Selain menangkap dr. Furtado, polisi juga menangkap kekasihnya atas dugaan terlibat dalam prosedur tersebut. Ibunya juga ditangkap dan dituduh membantu tindak kejahatan.

Dewan Medis Regional cabang Rio de Janeiro menyatakan pihaknya telah menggelar penyelidikan terkait kematian Calixto.

Ketua Asosiasi Ahli Bedah Plastik Brasil, Niveo Steffen, mengatakan terdapat “peningkatan invasi dari nonspesialis” dalam industri bedah plastik di negara itu.

“Kita tidak dapat melakukan bedah plastik di dalam apartemen,” kata Steffen sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

“Banyak orang menjual mimpi, fantasi kepada pasien dengan cara yang tidak etis dan orang-orang yang dibuat lemah, sering kali tertarik dengan penawaran harga murah, tanpa mempertimbangkan apakah kondisinya memadai.” (BBC)