Thursday, 15 November 2018

Baru Dua Tahun Menikah, Cerai Lantaran Mulut Suami Bau

Sabtu, 21 Juli 2018 — 7:35 WIB
mulutmu seharum bunga

ARIEF  Uyuhono, 35, sebetulnya ganteng. Cuma mulutnya macam tukang nyinyir, bau banget. Ini bikin Tarini, 30, ngedrop seleranya di ranjang. Capek saban-saban harus ngajari suami gosok gigi macam anak TK, Tarini memutuskan bercerai saja. Tapi “rahasia” itu tak dibeberkan ke hakim.

Dalam jagad medsos ada istilah “mulut bau”. Maksudnya bukan karena mulut orang itu benar-benar bau busuk, tapi karena orang itu suka nyinyir yang keterlaluan. Peristiwa apapun dikomentari secara negatip, tak ada benernya. Presiden bagi-bagi sertifikat, dibilang ngibul. Divestasi saham PFI 51 % dianggap bohong-bohongan. Gara-gara mulut bau tukang nyinyir, Indonesia hawanya panas terus, berkepanjangan.

Arief Uyuhono warga Ketintang Surabaya, bukan golongan kecebong ataupun kampret. Dia tak pernah bela Jokowi, tapi juga bukan balane Prabowo. Karenanya dia tak pernah komentar nyinyir serang sana komentar sini. Tapi anehnya, mulutnya bau juga. Bau dalam arti sebenarnya, padahal suwerrrr….dia tak pernah ngemut bathang tikus.

Bisa dimaklumi kiranya bahwa hal ini jadi mempersulit dalam pergaulan. Bukan saja pergaulan di tengah masyarakat, tapi juga soal gaul-menggauli istri di rumah. Soalnya, istri sering malas diajak menjalankan sunah rosul, gara-gara bau mulut Arief Uyuhono. Menolak mentah-mentah tidak tega, maka Tarini istrinya selalu minta suami gosok gigi dan ngemut permen . Habis itu baru suami dilayani sampai tuntas tas.

Tapi lama-lama Arief Uyuhono kesel banget. Orang sudah spaneng sampai ke ubun-ubun, tiba-tiba disuruh gosok gigi dulu. Maka saking kesalnya, suami Tarini ini pernah ngomel-ngomel di ranjang malam. “Habis gosok gigi, terus disuruh mandi? Habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku. Begitu? Memangnya saya anak TK muridnya Pak Kasur?” kata Arief Uyuhon merepet-repet.

Tarini memang membenarkan, bau mulut suaminya sungguh tak menenyedapkan, cenderung busuk kayak bangkai tikus. Setiap diajak “pemanasan” sering ngedrop duluan karena bau mulut suami. Maka yang sering terjadi, tak pernah lagi pemanasanlah. Ibarat baca buku, tak baca kata pengantar penerbit dulu, tapi langsung bab III dan kesimpulan.

Karena tak pernah puas dengan suami sendiri, Tarini suka berkhayal nakal, bagaimana jika membangun koalisi kenikmatan bersama lelaki lain. Biar elektabilitas di bawah 10 % tidak menjadi soal, yang penting mulutnya tidak bau, karena selalu berkumur dengan Listyorini.

Tapi khayalan genit itu langsung dibunuhnya  sendiri, karena tak mau dianggap mengkhianati perkawinan. Lalu bagaimana solusinya? Apakah membawa suami ke dokter gigi, mungkin banyak bakteri yang tertinggal dan membusuk, karena Arief Uyuhono memang hobi makan jengkol.

Bagi Tarini itu tak menyelesaikan masalah, seperti masalahnya Kali Item Kemayoran yang bau tapi hanya ditutup jaring item oleh Gubernur Anies. Karenanya, meski pahit dia harus membawa persoalan ini ke Pengadilan Agama. Hanya itu solusinya: #2018 ganti suami, meski suaminya siapa kelak, juga masih mengawang-awang.

Kemarin Tarini mendafarkan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama Surabaya. Dia hanya beralasan sudah tidak cocok lagi, tak mau membeberkan masalah sebenarnya, karena itu dianggapnya sangat krusial, salah-salah dianggap pencemaran nama baik mulut suaminya.

Ya memang mulut suamimu yang tercemar ta Mbak? (JPNN/Gunarso TS)