Sunday, 16 December 2018

Kalapas Sukamiskin dan Suami Inneke Resmi jadi Tersangka

Sabtu, 21 Juli 2018 — 20:44 WIB
Penyidik KPK tunjukkan uang yang disita

Penyidik KPK tunjukkan uang yang disita

JAKARTA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Wahid Husen dan suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selaih itu, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu staf Wahid Husen, Hendry Saputra dan tahanan pendamping Fahmi Darmawansyah yang juga sebagai narapidana kasus umum yaitu Andi Rahmat. (Baca juga: Kalapas Sukamiskin yang Tidak Menepati Janjinya)

“WH (Wahid Husein) Kepala Lapas Sukamiskin dan HND (Hendry Saputra) staf WH diduga sebagai penerima suap. Sementara itu, diduga sebagai pemberi yaitu FD (Fahmi Darmawansyah) napi koruspi dan AR (Andi Rahmat) narapidana kasus pidana umum atau tahanan pendamping FD,” ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).

Atas perbuatannya, Wahid dan Hendry dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi.

Sementara itu, Fahmi dan Andi Rahmat dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (CW6/b)