Monday, 24 September 2018

Masih Sepupu Bini Sendiri Mau Dijadikan Poros Ketiga

Senin, 23 Juli 2018 — 6:07 WIB
terlaluuuuu

KETIKA PAN – Demokrat masih pusing bangun poros ketiga, Sambodo, 44, justru membentuk poros ketiga bersama Ny. Tanti, 38, yang masih sepupuan dengan istri sendiri. Skandal ini terbongkar ketika Sambowo kepergok istri memeluk Ny. Tanti di dapurnya. Malu punya suami crongoh (celamitan), langsung saja menggugat cerai.

Dalam dunia politik, Demokrat – PAN berusaha membentuk poros ketiga, karena mau gabung sama Jokowi atau Prabowo sama-sama kurang sreg. Tapi mau ngajak PKB, Cak Imin terus mimpi jadi Cawapres Jokowi. Padahal jika PAN-Demokrat jalan sendiri, kursinya baru 110, masih kurang 2 kursi lagi untuk bisa usung Capres-Cawapres sendiri. Apa mungkin yang dua lagi beli kursi Ligna?

Sambodo warga Sukolila Surabaya, tak sepusing parpol ketika hendak membentuk poros ketiga. Soalnya Ny. Tanti yang masih sepupuan dengan istrinya, Yunita, 40, sepertinya memberi peluang ketika koalisi alternatif itu hendak dibangun. Buktinya, ketika Sambowo main ke rumahnya di saat suami Tanti sudah berangkat kerja, Tanti tak pernah melarangnya. Bahkan colak-colek pun dibiarkan saja.

Dibanding dengan istri sendiri, Tanti memang lebih muda dan cantik pula. Bagi Sambowo, itu barang baru, sehingga tentu sangat tinggi sensasinya. Sebetulnya sudah lumayan lama dia ingin membangun koalisi bersama Tanti, hanya iklim politiknya kala itu belum mengijinkan.

Apa itu “iklim politik” di mata Sambowo? Apa karena ada regulasi pemerintah? Bukan! Iklim politik yang dimaksudkan di sini adalah, sudah beberapa minggu ini suami Tatik tugasnya dipindahkan ke luar kota. Maka biasanya pukul 07.00 baru berangkat kerja, kini pukul 05.00 habis subuh sudah harus jalan. Nah, “iklim politik” seperti ini sangat menguntungkan bagi Sambowo.

Sekitar pukul 06.00 pagi Sambowo diam-diam suka berkunjung ke rumah Tanti. Kala itu sepupuan istrinya itu sedang mencuci atau di dapur. Nah, tanpa malu dia ngajak ngobrol ngalor ngidul. Namanya juga suami dari kakak sepupunya, Tanti tentu saja melayani obrolan itu.

Tapi lama-lama, ganti hari dan minggu obrolan Sambowo mulai menjurus, mengajak berkoalisi, membentuk poros ketiga. Awalnya menolak, tapi karena selalu dicolak-colek dan ada juga rasa “greng”-nya, lama-lama pun asyik juga jadinya. Maka Pilpres 2019 saja coblosannya masih bulan April tahun depan, Sambowo sekarang sudah berhasil “nyoblos” duluan.

Sejak itu koalisi poros ketiga terus berlanjut, tanpa pernah meributkan siapa Capresnya dan siapa pula Cawapresnya. Yang penting Ny. Tanti sudah berulang kali berhasil “dipres” di atas ranjang. Keduanya sama-sama menikmati, seakan melupakan koalisi permanennya di rumah masing-masing.

Barang busuk lama-lama bakal terbongkar. Sekali waktu Ny. Yunita istri Sambowo mencari suaminya, yang katanya sedang bertandang ke rumah sepupuannya. Ketika tiba di dapur, dia sangat kaget karena melihat suaminya sedang memeluk Tanti, di saat sepupuannya itu sedang menggoreng tempe.

Meski Sambowo sudah menghentikan aksinya, bukan berarti persoalan jadi selesai. Melihat gaya suami memeluk pinggang Tanti, sepertinya sudah jadi tengara bahwa selama ini bukan saja peluk-pelukan pinggang. Pasti sudah jauh dari itu. “Pulang, dasar lelaki celamitan.” maki Yunita sambil menyeret suaminya pulang.

Di rumah Sambowo mengakui terus terang bahwa selama ini sudah beberapa kali membangun poros ketiga bersama Tanti. Ny. Yunita yang tidak terima diduakan cintanya, segera membawa persoalan ini ke Pengadilan Agama Surabaya. Solusinya memang hanya satu, cerai!

Talak satu atau tiga sekalian, ketimbang bolak-balik. (JPNN/Gunarso TS)