Thursday, 13 December 2018

BNN Banten ‘Blender’ 200 Gram Sabu

Selasa, 24 Juli 2018 — 13:46 WIB
Sabu sitaan BNN Banten sedang diblender.(haryono)

Sabu sitaan BNN Banten sedang diblender.(haryono)

SERANG  –  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten memusnahan barang bukti sabu seberat 200 gram, Selasa (24/7/2018). Narkotika jenis kristal ini dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan mesin blender.

Kepala BNN Banten Brigjen Pol Muhamad Nurochman mengatakan barang bukti ini hasil dari penangkapan di wilayah Tangerang, dengan dua tersangka YM dan SD, keduanya warga Tangerang.

“Pengiriman sabu oleh dua tersangka ini melalui jasa pengiriman ekspedisi barang. Mungkin ini sering di lakukan namun kejadian ini wilayah Tangerang sudah ke dua kali terjadi dengan pengiriman alamat yang sama,” ujarnya kepada wartawan di kantor BNN Banten.

Pengungkapan ini, kata Nurochman, diawali adanya informasi dari jasa pengiriman barang TIKI pada tanggal 10 Juli kepada pihak BNN bahwa adanya pengiriman barang yang di curigai dari pontianak.

“Dianggap mungkin itu merupakan narkotika, kemudian pada tanggal 11 juli 2018 kita lakukan kontrol delivery sampai ke alamat tujuan setelah  sesuai dengan nama yang ada di barang pengiriman yang bersangkutan kita cek ktp-nya ternyata benar dan kita amankan, karna setelah kita cek benar narkotika jenis sabu,” paparnya.

Dua tersangka tersebut sebagai kurir yang di kendalikan dari salah satu Lapas di Tangerang, berinisial AA alias JUL (Napi Lapas Tanggerang Baru) yang sudah divonis dua tahun penjara, AA membeli barang haram tersebut dari Pontianak.

“Narkotika ini disembunyikan ke dalam saku celana bekas secara terpisah, masing-masing 100 gram, lalu dari Kalimantan dikirim melalui jasa pengiriman,” ungkapnya.

Kedepan BNN Banten akan melakukan MoU dengan semua jasa pengiriman untuk menangkal adanya pengiriman barang haram tersebut. “Sudah tiga kali pengiriman semacam ini. Oleh karenanya, kedepan kita akan melakukan kerja sama dengan penyedia jasa pengiriman barang,” paparnya.

Kedua tersangka di jerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 tentang narkotika, ancaman kurungan 5 sampai 20 tahun penjara. (haryono/tri)