Saturday, 17 November 2018

Jarang Minta Jatah ke Bini Ternyata Ada Cabe-Cabean

Kamis, 26 Juli 2018 — 6:29 WIB
Nama Teman

JAMUS , 35, lelaki licik. Sejak bini mengandung kedua kalinya, dia jarang minta jatah ke istri. Ternyata, bukan memaklumi kondisi nyonya, tapi di luar punya banyak cewek cabe-cabean. Lewat HP  cabe-cabean itu diomeli Ny. Lestari, 30, dan bubarlah rumahtangga yang dibangun  lima tahun lalu itu.

Banyak kaum suami yang tak lagi menuntut jatah, ketika istrinya sudah hamil. Alasan umumnya, kasihan akan kondisi istri. Baguslah itu, karena berani dia termasuk lelaki pengemban amperis (amanat penderitaan istri). Tapi tak semuanya begitu alasannya. Yang paling menyakitkan istri, suami tak lagi menuntut jatah rutin karena punya penyaluran lain di luaran.

Awalnya Ny. Lestari warga Gentengkali  Surabaya ini sangat berterima kasih, karena suami sangat pengertian. Ketika dirinya sedang hamil jalan 5 bulan, Jamus jarang minta jatah rutinnya sebagai suami. Padahal di kala istri tidak dalam kondisi mengandung, woo…..urusan ranjang bagi Jamus bisa seperti minum obat, tiga kali seminggu sesendok makan. Tentu saja istri kodok kalung kupat, awak boyok sing gak kuwat.

Terus terang, dikala hamil bawaan Lestari jadi pemalas, maunya tidur-tiduran saja. Ketika suami mengajak, dia bilang “Maaf ya Mas, aku sedang capek, lain kali saja ya, kalau badan sedang fit.” Dan ternyata Jamus tidak ngeyel macam pengacara, dia terus pergi begitu saja, menyingkir dari ranjang.

Tapi herannya, sampai usia kehamilan 8 bulan, sama sekali Jamus tak pernah menuntut jatah. Hebat kali ini lelaki, kok bisa berbulan-bulan tak menjalankan sunah rosul. Apakah suaminya memang memiliki tokoh alternatip?

Lestari tak pernah membayangkan seperti itu, sebab pembawaan suami selama ini sangat santun, seiman dan menghargai wanita. Cuma sekali waktu ada tetangga yang memberitahukan, beberapa kali melihat Jamus jalan bareng sama ABG-ABG centil. “Coba diselidiki Mbak, kalau bisa disadap HP-nya dan di-OTT sekalian,” begitu saran tetangga.

Sejak itu kata-kata tetangga sangat membekas dan menghantuinya. Jangan-jangan memang benar. Jamus tak lagi minta jatah, karena stok di luaran masih aman sampai Lebaran dan tahun baru. Gara-gara kecurigaan itu, iseng-iseng dia mencoba mensweping HP suaminya yang pas ketinggalan di rumah.

Begitu dibuka, banyak nomer lelaki yang semuanya tak dikenal. Namanya aneh-aneh pula. Ada Fahri Zon, Fadli Hamzah, Arief Rosiade, Andri Poyuwono, bahkan Movel Maksumin. Lestari pun mencoba menelepon salah satu. Eh, yang mengangkat terhnyata cewek yang suaranya jelas sekali masih ABG.

Langsung saja sosok di seberang itu diomeli sebagai pelakor. “Jangan gitu ya dik, banyak lelaki nganggur, kenapa ganggu suami saya.” Begitu omel Lestari, dan semua nomer itu dihubungi, ternyata yang menjawab suara perempuan. Sejak itu Lestari menarik kesimpulan, suami tahan puasa wanita ternyata di luaran dapat kompensasi di mana-mana.

Jamus pun diajak tabayun, tapi tak mau mengakui. Saking geregetannya, dia langsung mengancam cerai. E, Jamus tak merespon. Langsung saja Lestari paginya ke Pengadilan  Agama yang kebetulan tak juauh dari rumahnya. Cerai pokoknya.

Orang hamil mana boleh bercerai, Mbak. (JPNN/Gunarso TS)