Monday, 27 May 2019

Dugaan Suap Adik Ketua MPR, KPK Geledah Rumah Wakil Bupati Lampung Selatan

Minggu, 29 Juli 2018 — 23:49 WIB
Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan digiring polisi dan petugas ke Gedung KPK. (cw6)

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan digiring polisi dan petugas ke Gedung KPK. (cw6)

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari barang bukti dengan menggeledah sejumlah lokasi terakit kasus suap yang menjerat Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan.

“Setelah kemarin dilakukan penggeledahan di 5 lokasi, hari ini tim Penyidik KPK meneruskan proses penggeledahan di 6 lokasi di Bandar Lampung,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Minggu (29/7/2018).

Febri menuturkan, penggeledahan dimulai sejak pukul 11.00 siang tadi dan masih berlanjut hingga malam. Berikut lokasi penggeledahan:

  1. Kantor PT 9 Naga Emas, Jalan Kepayang Kota Bandar Lampung;
  2. Rumah Pribadi tersangka ABN di Jalan Dr. Harun II Agus Salim, Tj Karang Timur; Kota Bandar Lampung;
  3. Rumah tersangka AA di Jalan Maulana Yusuf, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung;
  4. Rumah Syahroni di Jalan Pramuka Gang Kartika No.24B LK1, Rajabasa, Kota Bandar Lampung;
  5. Rumah tersangka GR di Jalan Sagitarius, Rajabasa Kota Bandar Lampung;
  6. Rumah Wakil Bupati di Jalan Endro Suratmin Dusun I A Tanjung Bintang Lampung Selatan;

“Dari 6 lokasi tersebut sejauh ini diamankan sejumlah dokumen anggaran dan proyek dan catatan-catatan keuangan terkait perkara yang disidik,” ujar Febri.

(BacaOTT Bupati Lampung Selatan, KPK Geledah 5 Tempat)

“Penggeledahan masih berlangsung, berikutnya KPK akan mempelajari bukti-bukti tersebut untuk kepentingan penyidikan,” imbuhnya.

Zainudin Hasan sebelumnya diamankan dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilaksanakan tim KPK. Setelah melakukan pemeriksaan intensif, adik Ketua MPR Zulkifli Hasan itu kemudian ditetapan sebagai tersangka oleh KPK. Ia diduga menerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Lampung Selatan.

(BacaTiba di Gedung KPK, Bupati Lampung Selatan “Tutup Telinga”)

Pejabat yang akrab disapa Bang Haji tersebut diduga meminta fee proyek sebesar 10-17 persen kepada pihak swasta pemilik  CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. KPK pun menyita uang Rp600 juta dalam OTT itu.

Selain Zainudin, KPK juga menetapkan tersangka lainnya. Mereka ialah Gilang, Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara. (ys)