Friday, 21 September 2018

Suap Proyek PLTU Riau-1, KPK Kembali Panggil Dirut PLN

Selasa, 31 Juli 2018 — 11:35 WIB
Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir, sebelum menjalani pemeriksaan KPK, Jumat (20/7/2018). (rihadin)

Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir, sebelum menjalani pemeriksaan KPK, Jumat (20/7/2018). (rihadin)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Utama PLN, Sofyan Basir. Ia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap pembangunan PLTU Riau-1 atas tersangka pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

“Dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pembangunan PLTU Riau-1,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (31/7/2018).

(BacaPenuhi Panggilan KPK, Dirut PLN Sofyan Basir Irit Bicara)

Selain Sofyan, KPK juga memanggil CEO PT Blackgold Energy Indonesia, Philip C Rikard dan staf admin, Diah Aprilianingrum. Kedua saksi tersebut akan diperiksa untuk tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih.

Eni Maulani Saragih resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Politikus Golkar itu diduga menerima suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

KPK menyita uang Rp500 juta dalam OTT yang menjerat Eni. Ia pun ditangkap KPK saat bertandang ke rumah Menteri Sosial Idrus Marham.

(BacaKPK Juga Geledah Ruang Dirut PLN)

Eni diduga menerima Rp4,5 miliar terkait proyek itu dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini, Eni berperan untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. (cw6/ys)