Saturday, 15 December 2018

Di Waktu Istri Tidur Pulas Suami Menggauli Anak Tiri

Rabu, 1 Agustus 2018 — 6:30 WIB
terlalu

INU  kisah klasik suami celamitan. Marwan, 59, lihat anak tirinya, Heny, 17, seperti kucing lihat dendeng. Setiap istrinya tidur pules di ranjang, dia menyelinap ke kamar anak tiri dan menubruk Heny. Itu terjadi berulang kali, baru ketahuan setelah anak tiri itu hamil lima bulan. Gegerlah keluarga dan tetangganya.

Sudah sering sekali dibahas di kolom ini, hati-hati  janda yang menikah lagi saat punya anak bawaan gadis. Salah-salah bisa terjadi korsleting rumahtangga. Bukan karena hubungan arus pendek, tapi hubungan intim dengan waktu pendek, ketika bapak tiri menggarap anak tirinya. Ini sering kali terjadi di mana-mana dan bisa menimpa siapa saja.

Ny. Siti Atnikah, 53, ketika menikah lagi dengan duda Marwan sekitar 8 tahun lalu, tak mempertimbangkan sampai ke situ. Dia sendiri memang sudah 5 tahun menjanda. Maka ketika ketemu Marwan yang santun, seiman, pinter ngomong pula, langsung saja mantap untuk dijadikan suaminya. Dia lupa bahwa di rumah ada anak perempuan, yang pada saatnya nanti bisa jadi ancaman.

Rupanya Marwan memang termasuk lelaki praktisi selingkuh yang berdarah dingin. Perilaku sehari-hari tak menunjukkan bahwa dia lelaki celamitan. Dia dulu sampai bercerai dengan istrinya juga karena persoalan selangkangan. Siti Atnikah memang tak pernah menyelidiki sampai njlimet . Tahunya Marwan lelaki yang cocok jadi suami pengganti.

Rumahtangga warga Sepinggan Baru, Balikpapan (Kaltim) ini berjalan normal. Tapi seiring dengan waktu, anak bawaan istri yang bernama Heny, makin lama makin gede juga. Jika saat ibunya menikah lagi baru berumur 9 tahun, kini dia sudah duduk di SMA dan berusia ABG. Dulu Heny masih mbocahi, kini sudah jadi gadis yang tumbuh cantik menawan.

Penyakit lamanya sebagai petualang selangkangan, kembali muncul. Namanya saja memang mengisyaratkan itu, Marwan ternyata singkatan: gemar perempuwan! Maka melihat penampilan Heny sekarang, ukuran celana Marwan langsung berubah, dari M langsung ke XL. “Daya cengkeramnya pasti hebat kayak ban radikal,” kata batin Marwan.

Diam-diam Marwan mencoba mengadakan lobi-lobi politik, menjajagi kemungkinan untuk berkoalisi. Targetnya memang bukan Capres-Cawapres, yang penting bila berhasil Heny bisa “dipres” di ranjang! Dan ini perjuangan yang tidak mudah, karena Heny selalu menolak.

Tapi karena si anak tiri tak mengadu pada sang ibu, Marwan menganggap bahwa peluang masih ada. Yang cair tak hanya politik, soal beginian juga cair pula, segala kemungkinan bisa terjadi. Masalahnya, bisa atau tidak mengubah kemungkinan itu menjadi keniscayaan dan kemudian berbuah kenikmatan!

Ketika Heny mulai diancam takkan dibiayai sekolahnya jika menolak, barulah si ABG tak berkutik. Ibarat koalisi, pintu untuk eksekusi semakin terbuka. Dan benar saja, di kala Ny. Siti Atnikah tidur pules di kamarnya, Marwan menyelinap ke kamar anak tirinya dan terjadilah segalanya.

Ternyata koalisi dan eksekusi itu terus berlanjut. Koalisi Pilpres bila sudah coblosan ya selesai. Ini tidak, koalisi terus berjalan dan pencoblosan jalan terus, mentang-mentang tak perlu kartu suara dari KPU. Ya karena terus berkesinambungan itu tadi, Marwan baru sadar ketika anak tirinya itu tahu-tahu hamil lima bulan.

Saat didonder istrinya, dia mencoba berkelit bahwa bukan dia pelakunya. Kan yang naksir Heny lumayan banyak, siapa tahu pelakunya dari mereka. Tapi karena Heny tetap menyebut bapak tirinya, dan Marwan terus berkelit, terpaksa Ny. Siti Atinikah melaporkannya ke Polres Balikpapan dan bapak tiri celamitan itu ditangkap. Dalam pemeriksaan baru mengaku bahwa memang sering menggauli anak tirinya ketika istri sudah tidur pules.

Emak mau, anak nggak nolak. Dasar Marwan pemakan segala. (JPNN/Gunarso TS)