Friday, 19 October 2018

Ukir Prestasi, Jakarta Tuan Rumah yang Baik

Rabu, 1 Agustus 2018 — 5:35 WIB

MULAI hari ini ( 1 Agustus 2018), sistem pelat mobil ganjil genap diberlakukan setiap hari ( Senin hingga Minggu) mulai pukul 06:00 sampai pukul 21:00. Tidak itu saja, pemberlakukan pelat ganjil genap juga diperluas meliputi 13 ruas jalan di Ibu Kota.

Sebelumnya sistem ganjil genap hanya diterapkan di kawasan Jalan Sudirman- MH Thamrin dan sebagian Jalan Gatot Subroto pada hari Senin hingga Jumat. Durasi pun hanya berlangsung selama 8 jam, pada pukul 07:00-10:00 dan 16:00-20:00.

Satu hal lagi, penerapan ganjil genap mulai hari ini sudah disertai dengan penegakan hukum berupa denda tilang bagi para pelanggar. Ini sejalan dengan dikeluarkannya Pergub (Peraturan Gubernur) yang di dalamnya di antaranya mengatur tentang perluasan sistem ganjil genap berikut sanksi hukum.

Mengacu kepada Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dapat disebutkan bahwa pelanggar ganjil genap dapat dikenakan tilang dengan denda maksimal Rp 500 ribu atau kurungan 2 bulan.

Kita dapat memahami kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas selama perhelatan Asian Games mulai 18 Agustus sampai 2 September.

Ganjil genap diterapkan pada 13 ruas jalan yang akan dilalui para altet , rombongan dan tamu negara peserta Asian Games. Dengan maksud di ruas jalan itu tidak terjadi kemacetan, apalagi lalu lintas menjadi stagnan.

Karena itu, sekalipun telah diterapkan ganjil genap, tidak menutup kemungkinan diberlakukan skenario lain, seperti sistem buka tutup, jika tiba- tiba kemacetan terjadi akibat satu dan lain hal pada ruas yang akan dilalui atlet dan kontingen.

Jika ini dilakukan tentu saja akan berdampak kepada kepadatan, mungkin kemacetan pada ruas jalan di sekitarnya yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam konteks inilah dimohon pengertian warga masyarakat pengguna jalan atas kondisi yang bakal terjadi. Kita sepakat sebagai tuan rumah Asian Games tentu Jakarta harus memberikan yang terbaik bagi para tamunya. Kita perlu ukir prestasi dalam Asian Games, setidaknya sebagai tuan rumah yang baik.

Suasana nyaman sangat dibutuhkan bagi delegasi negara peserta bukan saja di jalan, di arena pertandingan, juga selama di penginapan, selama tinggal di Jakarta.

Kita berharap duta – duta olahraga pulang ke negaranya dengan senyum bahagia bukan karena medali yang dibawanya, tapi lebih karena kesan mendalam dengan Jakarta sebagai kota yang nyaman, kota yang ramah dan bersahabat. (*) .