Thursday, 13 December 2018

Sri Mulyani Minta Minuman Keras Hasil Selundupan Dilelang

Kamis, 2 Agustus 2018 — 18:35 WIB
Sri Mulyani (timyadi)

Sri Mulyani (timyadi)

JAKARTA – Pemerintah berencana melelang puluhan ribu botol minuman beralkohol (minol) atau minuman keras hasil selundupan yang diamankan petugas Beacukai.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ratusan ribu botol minol tersebut akan dilelang setelah hakim menyatakan status barang bukti resmi menjadi milik pemerintah.

Peserta yang boleh mengikuti lelang mereka adalah pengusaha penjual Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang punya Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

“Pengusaha tersebut akan membayar seluruh bea masuk, PPN, Pph Pasal 22 dan cukai sehingga mendorong penerimaan Negara,” ujarnya di sela-sela pemusnahan barang bukti ribuan botol miras ilegal di Tanjung Perak, Kamis (2/8/2018).

Bea Cukai pada Juni lalu telah menggagalkan penyelundupan 3 kontainer berisi 50.664 botol minuman keras ilegal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang berpotensi merugikan Negara hingga Rp57,7 miliar.

Selama semester I/2018 Kanwil dan kantor Bea Cukai di Jatim juga telah menggagalkan peredaran rokok ilegal hingga totalnya mencapai 30 juta batang.

Minol tersebut diangkut dari Singapura pada 24 Juni 2018 tujuan Pelabuhan Tanjung Perak melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang tiba pada 26 Juli 2018.

Menurut Menkeu, ketiga kontainer itu dilaporkan berisi 780 pak benang polyester oleh importir, PT Golden Indah Pratama yang masuk jalur hijau sehingga tidak diperiksa saat tiba di pelabuhan.

Namun lantaran adanya informasi dari instansi Singapura, petugas Bea Cukai langsung melakukan targeting dan pemeriksaan pada 28 Juni 2018 hasilnya isi ketiga kontainer tidak sesuai dokumen gulungan benang polyester seperti yang diinfokan importir tapi justru puluhan ribu botol Minol. (dwi/b)