Saturday, 22 September 2018

Dulu Baik, Sekarang Lebih Baik!

Jumat, 3 Agustus 2018 — 6:33 WIB
jumatan dulu

Assalamualaikum, wr,wb.  Ya, Allah yaa Robbi, ampunilah dosa-dosa kami, besar maupun kecil. Kami bersyukur atas segala nikmatMu, nikmat sehat, nikmat nikmat silaturahim,dan nikmat hidayah iman Islam. Selamat pagi kawan, semoga langkah kita hari ini selalu mendapat berkah, rahmat dan hidayahNya. Aamiin, yra.

Mau tahu dari siapa kiriman doa tersebut? Itu dari sahabat lama Bang Jalil, yang tentu saja sudah lama pula nggak pernah jumpa. Bukan saja soal isi ucapannya yang sangat menyentuh dan menyejukan hati, tapi rasanya nggak habis pikir jika kalimat itu keluar dari isi hati sang sahabat.
Mengapa begitu? Ya, Bang Jalil tahu persis kelakuannya. Ketika itu, sahabat ini  salah jalan.

Dunia hitam dia geluti. Pergi malam pulang pagi sambil sempoyongan mabok, dari  tempat-tempat tak senonoh. Ya, apalagi kalau bukan main perempuan, judi dan nenggak miras. Itulah gambaran sang sahabat.

“ Insyaf dong, kasihan keluarga,” nasihat kawan-kawannya waktu itu,tapi tak digubris, sampai kemudian dia harus mendekam di penjara. Dan Bang Jalil sudah melupakan dia.

Namun, tiba-tiba  muncul di layar HP Bang Jalil, melalui WA, dia menyampaikan banyak sekali nasihat agama.

“Alhamdulillah, ya Pak, dia sekarang sudah insyaf?” kata istri Bang Jalil.

Bang Jalil merenung, tak terasa air matanya menetes. Terharu dia,karena sahabat satu ini yang dulu menyimpang kini mulai menuju jalan lurus.

“ Bagus,tuh Pak. Bekas preman insyaf? Dari pada dulunya baik-baik,sekarang jahat? Ada kan kawan bapak juga yang dulu dosen, pengacara, eh sekarang ditangkap KPK?” kata sang istri lagi.

Bang Jalil diam. Dalam hatinya bicara. Maunya sih, dulu baik, sekarang harus lebih baik!   -massoes