Tuesday, 14 August 2018

Kaji Ulang Penutupan Tol

Jumat, 3 Agustus 2018 — 5:01 WIB

UJI coba penutupan 19 gerbang tol di Jakarta pada Rabu 1 Agustus kemarin sebagai persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 berdampak luar biasa. Hampir semua ruas jalan non tol macet parah dari pagi hingga malam hari. Lalu lintas kendaraan stuck, waktu tempuh pun menjadi jauh lebih lama.

Kebijakan ini juga kurang disosialisasikan sehingga banyak pengendara yang ‘kecele’ dan kecewa saat akan memasuki gerbang tol. Kendaraan terjebak di tengah horor kemacetan dan antrean panjang di depan gerbang tol, bahkan ada yang nekat menerobos barrier yang dipasang petugas.

Jangankan kendaraan roda empat, sepeda motor yang biasanya bisa menembus kemacetan, jadi sama sekali tak bisa bergerak. Tak sedikit pengendara dan polisi lalu lintas serta petugas dinas perhubungan bersitegang. Alhasil, simulasi penutupan ruas tol dalam kota menimbulkan kekacauan.

Kebijakan menutup 19 gerbang tol diuji coba berkaitan dengan even internasional Asian Games. Strategi ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan lalu lintas yang setiap hari mendera Ibukota. Karena mobilitas atlet peserta Asian Games dari Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, menuju venue yang dituju tidak boleh terganggu.

Seluruh bangsa Indonesia memang harus mendukung suksesnya pesta olahraga Asian Games yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Publik pun dituntut punya tenggang rasa dan rela berkorban demi nama bangsa dan negara. Sebagai tuan rumah, kita wajib memberi yang terbaik bagi ribuan tamu dari 45 negara.

Perluasan sementara sistem ‘ganjil genap’ salah satu dari kebijakan pemerintah yang harus diterima dengan lapang dada oleh pengendara. Hasilnya memang terlihat, kepadatan ruas jalan di Ibukota tampak berkurang. Warga berkorban demi menyukseskan Asian Games.

Tetapi pada penerapan ditutupnya 19 pintu tol, dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa. Aktivitas warga terganggu, roda ekonomi pun bisa terganggu. Berkaca dari hal tersebut, stakeholder yang menyusun kebijakan tersebut harus mengubah strategi. Skema penutupan jalan tol harus dikaji ulang.

Kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan event internasional di Jakarta memang harus terjamin. Tetapi kebijakan yang dibuat jangan sampai merugikan masyarakat luas. **