Thursday, 20 September 2018

KPK Cium Ada Keterlibatan Idrus Marham dalam Kasus PLTU Riau-1

Jumat, 3 Agustus 2018 — 13:20 WIB
Menteri Sosial, Idrus Marham. (cw2)

Menteri Sosial, Idrus Marham. (cw2)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami peran dari sejumlah pihak terkait kasus korupsi proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Bahkan, KPK mencium adanya peran Menteri Sosial Idrus Marham dan Dirut PLN Sofyan Basir di balik pembahasan proyek tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut jika ada sejumlah pertemuan yang dilakukan Idrus dan Sofyan dengan para tersangka dalam kasus tersebut, yaitu eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Pertemuan itu terekam dalam CCTV yang disita KPK dari penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk di kantor PLN dan kediaman Sofyan. Karena itu, KPK ingin mengklarifikasi terkait pertemuan-pertemuan tersebut.

“Dari bukti-bukti yang ditemukan memang ada beberapa pertemuan-pertemuan yang teridentifikasi,” ucapnya, Jumat (3/8/2018).

Meski begitu, Febri enggan membeberkan peran Idrus dan Sofyan dalam pertemuan-pertemuan tersebut. Ia hanya menegaskan jika KPK akan terus melakukan pemeriksaan terhadap Idrus dan Sofyan.

Sekedar informasi, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Eni Maulani Saragih resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Politikus Golkar itu diduga menerima suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

KPK menyita uang Rp 500 juta dalam OTT yang menjerat Eni. Ia pun ditangkap KPK saat bertandang ke rumah Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga menerima Rp 4,5 miliar terkait proyek itu dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini, Eni berperan untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1.(Cw6/tri)