Tuesday, 14 August 2018

MK Itu Gudangnya Tehnokrat Kok Tega Dibilang Goblok

Sabtu, 4 Agustus 2018 — 7:15 WIB
mk-oso

SEPANJANG sejarah Republik, baru kali ini ada Ketum parpol merangkap Ketua DPD. Dialah OSO (Osman Sapta Odang). Selain menjadi Ketua DPD, dia juga Ketum Hanura. Tiba-tiba  MK mengatur,  anggota DPD dilarang merangkap jadi pengurus parpol. Langsung saja OSO bilang goblok. Padahal MK itu gudangnya para teknokrat lho.

Kekuasaan itu memabokkan, maka orang berlomba-lomba mencari kekuasaan. Jika perlu dobel-dobel juga tak apa. OSO misalnya, selain Ketum Hanura menggantikan Wiranto, dia juga didaulat jadi Ketua DPD meski pemilihannya penuh kontroversi. Setelah dia pegang DPD, maka sejumlah anggota DPD “bedol desa” menjadi anggota parpol Hanura.

DPD itu wakil perseorangan dari daerah, yang di masa Orde Baru disebut Utusan Daerah. Sedangkan DPR itu ajangnya wakil rakyat melalui jalur parpol. Mestinya personalnya sendiri-sendiri. Tapi di era gombalisasi ini, anggota DPD banyak yang menjadi anggota partai Hanura, bahkan jadi pengurusnya.

Sepanjang sejarah republik, ya di era OSO ini saja ada Ketum Parpol juga merangkap Ketua DPD. Gara-gara keserakahan atas kekuasaan, ada orang yang menggugatnya ke MK. Dia adalah Muhammad Hafidz, yang anggota DPD juga. Dia mempertanyakan, kenapa banyak anggota dan pengurus parpol merangkap jadi anggota DPD. Ini bisa terjadi konflik kepentingan.

Pada 23 Juli lalu MK mengabulkan uji materi itu, sehingga mulai Pemilu 2019 anggota DPD tidak boleh merangkap jadi pengurus parpol. Menindaklanjuti putusan MK, KPU pun kini mewajibkan calon anggota DPD melampirkan bukti bukan pengurus parpol.

Di sinilah OSO Ketua DPD-Ketum Hanura mati kutu. Sebab dengan aturan itu dia tak bisa lagi nyalon anggota DPD. Ee, di kala pikiran sedang galau kok ada TV swasta dalam talk show mempertanyakan sikapnya. Langsung OSO nyeletuk, “MK itu goblog!”

Kata Asmuni Srimulat, sedikit kata-katamu tapi sengak didengar. Orang-orang MK pun protes atas makian Ketua DPD itu. Celakanya, diminta mohon maaf malah berkelit dengan kalimat, “Menyakitkan mana, MK goblog atau MK melecehkan UU?”

Banyak yang menyayangkan, sebagai pimpinan parpol dan DPD kok omongannya kasar begitu. Dari 9 anggota dan Ketua MK, sembilan-sembilannya teknokrat semua, lho. Mereka bergelar profesor doktor, SH, MA; masak dibilang goblok? Kalau goblok mana mungkin dipercaya negara menjadi penjaga konstitusi? – gunarso ts