Friday, 19 October 2018

Tak Puas Lahir dan Batin Nekat Jual Diri di Medsos

Sabtu, 4 Agustus 2018 — 7:55 WIB
jual diri

ATUN, 42, rupanya merasa jadi orang paling malang se Surabaya. Berumahtangga sekian lama dengan Kadri, 50, hidupnya hanya gini-gini saja. Baik benggol maupun bonggol sama-sama tak menjanjikan. Maka untuk mencari kepuasan lahir batin, Atun mencoba jual diri lewat  medsos. Tapi baru jalan 6 bulan sudah ketahuan!

Ibu rumahtangga yang baik adalah yang mampu memahami kondisi suaminya apa adanya. Bila dia ganteng dan kaya, disyukuri saja. Bila suami miskin dan bego, ya diterima saja, karena Allah memberi-Nya seperti itu. Ingat, orang yang tak pandai bersyukur, siksa Allah amat pedih (adzabun syadid). Di neraka nanti ditusuk besi panas dari ubun-ubun tembus Tahiti.

Ny. Atun warga Keputih Surabaya, ternyata juga bagian dari ibu rumahtangga yang tak pandai bersyukur di muka bumi. Sejak awal pernikahan suaminya memang bergaji kecil, sehingga dia tak mampu bergaya sosialita. Celakanya, baru mempermasalahkan belakangan ini saja. Apa ada motif politik di baliknya, mentang-mentang menjelang Pilpres 2019?

Bukan! Ketidak-puasan ini ternyata bukan saja soal lahir tapi juga batin. Maksudnya, Kadri ini ternyata bukan saja lemah secara ekonomi, tapi juga lemah secara syahwat. Usia baru kepala lima, tapi sudah tak mampu membahagiakan istri di atas ranjang. Ibarat pemain bulutangkis, Atun ingin suami mampu memberikan smash-smash tajam menukik. Yang terjadi, main back hand melulu, malah kadang bolanya nyangkut di net.

Untuk urusan benggol, Ny. Atun masih bisa mengantisipasi, dengan cara pinjam uang di bank, atau minta batuan keluarga. Tapi yang urusan bonggol? Bagaimana solusinya? Tak mungkin dia minta bantuan sanak famili. Bank juga tak pernah menawarkan produk pelayanan semacam itu.

Sesuai dengan perkembangan teknologi, Atun kemudian mencari alternatif baru melalui medsos. Di sini banyak ditemukan orang-orang yang menjajakan diri lewat jagad maya. Kebetulan dalam usia kepala empat, penampilan Atun memang masih bisa menjadikan nafsu lelaki mengerucut seketika. Karenanya istri Kadri ini semakin optimis menatap masa depan.

Mulailah dia menjajakan diri di medsos. Ternyata peminatnya banyak juga, karena ternyata banyak lelaki yang berburu wanita STNK alias setengah tuwa ning kepenak. Ternyata pula, lelaki memang untuk urusan bonggol tak sayang keluar benggol. Maka setiap kencan di hotel, Atun sering menerima bayaran lebih. Penak, ta? Mantep ta? Tak gendong ke mana-mana…….

Celakanya, salah satu peminat itu justru orang dari keluarga dekat. Maskun, 45, yang masih sepupuan dengan Kadri, kaget begitu melihat foto istri sepupunya suka adu pupu (beradu paha) lewat jaringan medsos. Dia pun mengadu pada Kadri. “Mongsok, iki bojomu dhewe ta Mas?”

Wah, tentu saja Kadri terkaget-kaget, ternyata begitu kelakuan istrinya. Dia sungguh malu dan kecewa, karena “aset” miliknya ternyata ditawarkan ke mana-mana, kayak divestasi saham saja. Atun pun dinterogasi. Ternyata dia mengaku sejak 6 bulan lalu melakukannya. “Habis sampeyan tak bisa memuaskan saya lahir dan batin.” Kata Atun membela diri.

Meski berat, terpaksa Kadri mengeluarkan kebijakan yang tidak populer. Tekadnya sudah mengerucut, Atun harus diceraikan, tak peduli anak-anak sudah gede. Dia tak mau punya istri yang “saham” mayoritasnya sudah dikuasai asing. Kadri juga menyesal, kenapa dia terlalu percaya ketika istrinya pamitan mau senam aerobik bersama teman-teman mengizinkan, ternyata kok begini.

Ternyata di hotel malah senam poco-poco sampai mata mlolo. (JPNN/Gunarso TS)