Wednesday, 19 December 2018

Bangun Koalisi Kenikmatan Ternyata Ketumnya Keliru

Minggu, 5 Agustus 2018 — 5:26 WIB
lhokamu

SIAL banget Rohaya, 18, warga Kalteng ini. Suami selaku ketum rumahtangga mengajak membangun koalisi kenikmatan saat lampu mati. Tetapi saat koalisi setengah jalan, eh…..ternyata lelaki itu bukan suami. Dia pun teriak dan “Ketum” gadungan pun kabur, sampai celana dalam pun tertukar!

Di mana-mana lelaki “subita” alias suka bini tetangga itu selalu ada. Meski di rumah sudah punya pasangan, melihat rumput tetangga yang lebih hijau, tertarik juga. Padahal seharunya diingat, secantik apapun istri tetangga, dia hanyalah ikan hias yang hanya bisa dilihat lenggang-lenggoknya, tanpa bisa menikmati dagingnya. Padahal sih, jika nasib mujur ikan hias itu digoreng enak juga. Klenis, kata orang Jawa!

Nyonya Rohaya warga Murung Raya, Kalteng, kini sedang dilamun kecurigaan luar biasa. Soalnya malam hari pas lampu mati, dia merasa kebobolan 1-0. Dikiranya suami yang minta pelayanan kilat, ternyata lelaki lain. Tapi dia yakin pasti pelakunya orang sekitar rumahnya saja (tetangga) karena sepertinya dia menguasai medan. Bukti celana dalam pelaku yang tertinggal, dijadikan polisi untuk barang bukti sekaligus melacak siapa aktor intelektualnya.

Agaknya di sekitar rumah Rohaya memang ada sosok lelaki yang jadi pengamat bini orang. Tapi dia hanya berwacana saja, sebab untuk menjadi realita tidaklah mudah. Sebab Rohaya sudah punya suami, jadi tak mungkinlah kasak-kusuk mendekati untuk membangun koalisi kenikmatan.

Tapi gerak-gerik Ny. Rohaya ini sangat menggoda sanubari dan jiwanya. Maka saat suaminya kerja malam, lelaki ini masuk rumah Rohaya dengan cara mematikan lampu dulu. Nah, saat kondisi gelap gulita ini, dia langsung menuju kamar Rohaya tempat di mana dia melepas lelah.

Dikira suami yang mengajak, Rohaya pun melayani dengan sempurna. Yang membuat kaget dan curiga, suaminya kali ini ganas luar biasa. Sampai kemudian dia mengenali, lelaki yang mengajak koalisi kenikmatan itu bukan suaminya, selaku ketum rumahtangga.

Langsung Rohaya berteriak dan menolak tubuh lelaki yang menindihnya. Warga pun berdatangan, dikira ada maling. “Apa saja yang hilang Mbak?” kata para tetangga. Tentu saja Rohaya tak bisa menyebutkan, wong nyatanya tak ada barang yang hilang. Begitu lampu nyala kembali, yang rupanya meteran sengaja diturunkan, Rohaya kaget kok ada celana dalam orang lain, sementara milik dia sendiri tak ada.

Polisi n segera datang memeriksa TKP. Celdam lelaki yang tertinggal itu dijadikan barang bukti sekaligus melacak siapa pemiliknya. Senada kecurigaan tuan rumah, diduga pelaku orang sekitarnya saja. Sebab di samping tahu kebiasaan suami Rohaya, juga sepertinya sudah menguasai medan. Tahu lampu mati kok bisa langsung menuju kamar Rohaya. Masalahnya, apa mungkin polisi memeriksa setiap koleksi celdam milik warga setempat?

Tentunya yang lebih tahu para istri, tapi mana mungkin mengklaim itu milik suami, kan sama saja bunuh diri. (JPNN/Gunarso TS)