Tuesday, 13 November 2018

Penindakan Ganjil-Genap, Buku Tilang Sampai “Habis”

Minggu, 5 Agustus 2018 — 0:20 WIB
Polisi melakukan razia kendaraan ganjil-genap saat weekand di jalan Ahmad Yani, Jakarta, Sabtu (4/8). (toga)

Polisi melakukan razia kendaraan ganjil-genap saat weekand di jalan Ahmad Yani, Jakarta, Sabtu (4/8). (toga)

JAKARTA – Hari keempat perluasan sistem ganjil genap, polantas sedikit kewalahan menilang lantaran banyaknya kendaraan melanggar. Bahkan ada petugas yang kehabisan buku tilang.

Jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya setiap hari menilang ribuan pengendara roda empat. Namun di beberapa titik perluasan ganjil genap, Sabtu (4/8) pengendara mobil hanya mendapatkan teguran dan bukan ditilang.

Di Ahmad Yani , contohnya. Tak sedikit pengendara yang melanggar bebas melaju dan hanya diberikan teguran pada Sabtu (4/8). Ada juga yang balik arah. Petugas juga terlihat tidak menenteng buku tilang. Tidak adanya penilangan tersebut diduga buku tilang sudah habis lantaran banyaknya kendaraan melanggar.

Kasubdit Gakkum Dutlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, buku tilang masih tersedia banyak di Polda Metro Jaya dan penegakan hukum tidak hanya menilang tapi juga teguran.

“Bisa saja mungkin (buku tilang anggota) dipegangnya habis. Buku tilang masih banyak. Perlu diketahui penegakan hukum ada justis dan non justis, jadi teguran itu juga masuk dalam penegakan hukum,” kata Budiyanto.

SUDAH DIBAGI

Dijelaskannya, buku tilang tersebut dibagi sesuai jatahnya ke subker lantas. “Jadi buku tilang itu diserahkan ke masing-masing subker lantas, termasuk di wilayah. Jumlahnya itu tekhnis,” tukasnya.

Budiyanto menuturkan, hari ke-4 perluasan ganjil genap pihaknya sudah menilang 1.041 pengendara. Barang bukti STNK sebanyak 539, sedangkan SIM tercatat 502. Lokasi pelanggaran terbanyak berada di Jalan DI Panjaitan sebanyak 251; di Jalan Benyamin Sueb arah Tol sebanyak 183 pelanggar.

Selama perluasan ganjil genap, rata-rata pengendara berdalih belum mengetahui informasi aturan ganjil genap tersebut. Petugas juga banyak menemukan plat mobil ganda. Perluasan sisitem ini tidak hanya menuai protes dari pengendara yang melintasi jalur ganjil genap, melainkan juga warga yang terimbas macet di jalur-jalur alternatif salah satunya di kawasan Jakarta Utara. (ilham/ird)