Friday, 23 August 2019

Kapolri Kirim Polwan Tangani Trauma Korban Gempa Lombok

Senin, 6 Agustus 2018 — 18:34 WIB
lombok3

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan selain mengirim pasukan Brimob ke lokasi gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat, pihaknya juga akan mengerahkan polisi wanita (polwan) untuk membantu menghilangkan trauma korban gempa.

Menurut Tito,  Polwan dalam operasi kemanusiaan ini akan memberikan pendampingan terutama kepada anak-anak dan kaum wanita yang selamat dari bencana alam tersebut.

“Menurunkan Polwan dalam rangka untuk membantu menghilangkan trauma, namanya trauma healing, khususnya balita dan anak-anak,” kata Tito, Senin (6/8).

Namun demikian, Tito belum bisa merinci jumlah Polwan yang dikerahkan untuk membantu meringankan beban para korban gempa di Lombol. Sebab, menurutnya, Tito sedang berkoordinasi dengan Asisten Sumber Daya Manusia Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto untuk bisa memiih para Polwan yang punya pengamanan menangani trauma healing.

“Ini lagi dikoordinasikan oleh As SDM. Dipilih Polwan-polwan yang memiliki pengalamamn untuk trauma healing. Jumlahnya berapa nanti kita lihat semampunya berapa yang kita kirim. Prinsip kita membantu mendukung. Ini kan operasi kemanusiaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Deden Juhara menyampaikan akan memberangkatkan sebanyak 460 personel polisi untuk membantu operasi kemanusiaan terkait gempa di Lombok yang kini telah menewaskan 91 jiwa. “Jadi jumlahnya 460. Jadi kita kirim Brimob yang nanti membantu evakuasi kepada masyarakat yang butuh terutama korban,” ucap Deden.

Menurutnya, perbantuan ratusan petugas untuk operasi kemanusiaan itu akan dilakukan secara bertahap. Hari ini, total 215 anggota polisi yang sudah diberangkatkan ke lokasi bencana alam tersebut. Polri, kata dia juga akan mengirimkan tim dokter, bantuan logistik dan obat-obatan bagi para korban gempa di Lombok.

“Kemudian petugas kesehatan utk bantu pengobatan termasuk nanti dokter spesialis kita kirim kalau memang udah siap. Kita kirim sekitar 100 besok karena harus disiapkan betul obat-obatanya. Jadi mereka bertugas kalau ada bantuan logistik termasuk distribusi contoh misal mie, tenda selimut kita bantu dengan Brimob,” kata Deden.

Deden menjelaskan, jika seluruh anggota yang diberangkatkan ke Lombok dan daerah lain terkena dampak gempa akan disiagakan hingga kondisi dan aktivitas masyarakat kembali normal. “(Operasi kemanusiaan ini) sampai selesai, sampai masyarakat engggak butuh lagi, sampe sudah pulih,” tukasnya. (ilham/win)